Sigerpos.com, METRO β Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kota Metro tengah menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan ketidaksesuaian sajian serta masalah kebersihan atau higienitas makanan yang didistribusikan. Keluhan ini ramai diperbincangkan dan memicu respons cepat dari pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Metro, Wahyuningsih, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa setiap kendala atau temuan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.
“Kendala apa pun atau temuan yang ada di SPPG, apabila tidak sesuai dengan ketentuan, masyarakat bisa langsung mengadukan. Ini merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui ketua satgas MBG di setiap daerah,” ujar Wahyuningsih, Senin (02/03/2026).
Wahyuningsih menjelaskan, selama bulan suci Ramadan, menu MBG memang sengaja dibuat berbeda dari hari-hari biasa. Pihaknya memutuskan untuk menyediakan makanan kering atau takjil yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Menu MBG di bulan Ramadan ini berbeda. Kami menyediakan makanan kering. Tujuannya agar makanan yang dibagikan pada pagi hari dapat dikonsumsi pada sore hari saat waktu berbuka tiba. Kami juga sudah memberikan arahan kepada setiap SPPG untuk tidak menyediakan makanan yang mudah basi,” terangnya.
Untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan, Wahyuningsih mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan berlapis. Bahkan, Jumat pekan lalu, Satgas MBG menggelar rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan seluruh kepala dapur SPPG se-Kota Metro.
“Kami sudah rapat dengan Kejaksaan dan seluruh kepala dapur SPPG. Isinya adalah penguatan pengawasan di setiap dapur MBG. Kami juga sudah meminta setiap SPPG membuat surat pernyataan kesiapan untuk menjalankan operasional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelasnya.
Wahyuningsih menegaskan, jika ada SPPG yang berkali-kali melakukan kesalahan dan memicu banyak keluhan dari masyarakat, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi tegas. Pengawasan yang diperketat dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan program MBG di Kota Metro dapat berjalan sesuai harapan, yakni memberikan asupan bergizi yang layak dan higienis bagi para penerima manfaat.
“Kalau ada SPPG yang berkali-kali membuat kesalahan dan banyak keluhan, terpaksa kami akan tutup sementara. Kami imbau masyarakat, bila menemukan ketidaksesuaian, segera foto dan laporkan ke kami. Pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.(*)
