Sigerpos.com, Metro β Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif, Walikota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai tulang punggung ekonomi kreatif di era digital.
βKekayaan intelektual adalah aset strategis yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal, mendorong inovasi, dan memperkuat posisi pelaku kreatif di pasar nasional maupun global,β tegas Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Rabu 3/12/2025.
Ia menyoroti potensi besar Kota Metro sebagai pusat pendidikan dan kreativitas di Lampung, dengan beragam karya mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, teknologi terapan, hingga konten digital. Namun, potensi itu hanya dapat berkembang jika didukung sistem HKI yang kuat dan proses komersialisasi yang tepat.
βBanyak karya kreatif yang memiliki nilai jual tinggi, namun seringkali belum terlindungi dengan baik. Melalui perlindungan HKI seperti hak cipta, merek, paten, desain industri, dan indikasi geografis produk lokal kita akan memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang lebih kuat,β jelasnya.
Yang paling menarik, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) telah meluncurkan program Gerakan Metro Bahagia Lindungi Karya (GEMALA) pada tahun 2025. Program ini menjadi satu-satunya platform digital di Lampung yang memberikan layanan terpadu HKI bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
βGEMALA hadir untuk memfasilitasi HKI secara lengkap, mulai dari pembinaan, pendampingan, verifikasi, pendaftaran kolektif ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, hingga pemberian insentif pembiayaan,β papar Bambang.
Platform ini dirancang untuk mempercepat proses perlindungan karya, mengurangi biaya administrasi, dan mendorong lebih banyak inovasi dari para kreator muda Metro.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang menyambut baik langkah progresif Kota Metro dalam membangun ekosistem HKI yang inklusif dan terdigitalisasi.
βLangkah seperti ini yang kami harapkan dari pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang baik, karya-karya kreatif anak bangsa tidak hanya terlindungi, tapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,β ungkap salah satu perwakilan kementerian.
Walikota Bambang berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi para pelaku kreatif untuk lebih percaya diri dalam menciptakan karya orisinal, memperkuat perlindungan hukum, dan mengembangkan bisnis melalui strategi komersialisasi yang profesional.
βMari kita jadikan HKI sebagai fondasi untuk membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Dengan GEMALA, kami yakin Metro akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam melindungi dan mengembangkan kekayaan intelektual,β tutupnya.
Program GEMALA diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Metro, sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan kewirausahaan berbasis karya intelektual.(*)[Abid]
