Sigerpos.com, Bandar Lampung β Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung secara resmi menyatakan lima kabupaten/kota pesisir masuk dalam zona ancaman gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami. Kelima wilayah tersebut adalah Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Bandar Lampung.
Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan menyusun serangkaian langkah antisipasi. “Kami telah menyiapkan berbagai upaya penguatan masyarakat, termasuk membentuk desa-desa tangguh bencana di wilayah pesisir,” jelas Rudy, Jumat (31/10/2025).
Rudy memperingatkan bahwa potensi tsunami di wilayah ini bisa mirip dengan kejadian tsunami Desember 2018 lalu yang dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. “Ini menjadi perhatian serius kami mengingat dampaknya yang dapat meluas,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Basarnas Lampung telah menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontingensi SAR pada Kamis (30/10/2025). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso ini dihadiri unsur TNI-Polri, BPBD, instansi pemerintah, akademisi, relawan, dan organisasi kemanusiaan.
Megathrust sendiri merupakan zona pertemuan dua lempeng tektonik yang sangat berbahaya. Proses subduksi atau penunjaman lempeng ini menimbulkan akumulasi energi dahsyat yang jika suatu saat dilepaskan dapat memicu gempa kuat disertai tsunami.
Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman ini. Masyarakat diimbau untuk memahami jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat, serta selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Dengan koordinasi yang solid antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir korban jiwa jika bencana tersebut benar terjadi.(*)
