Sigerpos.com | Kota Metro – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro menyerahkan rumah hasil program bedah rumah kepada Rudiyanto, warga Kelurahan Hadimulyo Timur, sekaligus menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dalam rangkaian Spesial Muharam 1448 Hijriah, Selasa, 14/7/2026.
Peresmian rumah ditandai dengan penyerahan kunci oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS menyerahkan santunan secara simbolis kepada 15 anak yatim, sedangkan sisanya disalurkan langsung ke rumah masing-masing penerima.
Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Suroso mengatakan program santunan merupakan agenda rutin setiap Muharam melalui Program Lebaran Anak Yatim. Adapun bedah rumah Rudiyanto menghabiskan anggaran lebih dari Rp35 juta yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dana tersebut dihimpun BAZNAS bersama sejumlah mitra, di antaranya Bank Muamalat Metro Madani, Madrasah Muhammadiyah, dan SDTK Al-Fatih.

“Setidaknya ada 100 anak yang akan menerima santunan. Hari ini kami menghadirkan 15 anak secara simbolis, sedangkan sisanya kami salurkan langsung kepada masing-masing penerima. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program serupa,” kata Joko.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Metro melalui Program Jumat Manfaat dan Surat Edaran Sadar Zakat, Infak, dan Sedekah yang dinilai mendorong peningkatan penghimpunan dana ZIS.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Kasimun mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan Program Lebaran Anak Yatim yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Semoga sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan BAZNAS terus terjalin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah,” ujar Kasimun.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan program bedah rumah menjadi bukti peran BAZNAS sebagai mitra pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Menurut Bambang, rumah Rudiyanto sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni. Melalui Program Rumah Sehat BAZNAS, rumah tersebut kini telah dibangun kembali sehingga lebih aman dan layak ditempati.
“Dari rumah yang betul-betul tidak layak huni, Alhamdulillah BAZNAS telah membangun satu rumah sederhana yang mudah-mudahan memenuhi persyaratan rumah layak huni,” kata Bambang.
Ia menilai persoalan kemiskinan, terutama terkait kelayakan tempat tinggal, tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Karena itu, keterlibatan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial.
Bambang juga mengajak masyarakat, khususnya aparatur sipil negara, untuk terus berpartisipasi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui Program Jumat Manfaat. (*) [Advertorial]
