Sigerpos.com, Tanggamus β Guna menindak tegas aksi balap liar yang kian meresahkan, Polres Tanggamus menggelar operasi penertiban besar-besaran di kawasan Jalur 2 Islamic Centre, Kotaagung, Sabtu (29/11/2025) malam. Sebanyak 27 unit sepeda motor diamankan dan 50 pemuda yang didominasi remaja di bawah umur terjaring dalam razia yang digelar sejak pukul 23.00 WIB tersebut.
Operasi yang melibatkan 85 personel gabungan dari Polres Tanggamus, Polsek Kotaagung, dan Polsek Wonosombo ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kotaagung, AKP Feriyantoni. Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat, baik melalui media sosial maupun laporan langsung, mengenai maraknya aksi kebut-kebutan yang kerap memacetkan jalan umum dan mengganggu ketenangan warga.
βRazia ini kami lakukan karena balap liar sudah sangat meresahkan. Masyarakat telah puluhan kali melapor. Selain mengganggu, aksi ini juga membahayakan keselamatan,β tegas Kasi Humas Polres Tanggamus, Iptu Primadona Laila, saat dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025).
Dari hasil pemeriksaan, mayoritas kendaraan yang diamankan berada dalam kondisi tidak laik jalan. Banyak di antaranya yang tidak dilengkapi spion, tanpa plat nomor, menggunakan knalpot brong, dan telah dimodifikasi untuk menambah kecepatan. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut telah lama dijadikan arena balap liar ilegal.
Menanggapi banyaknya pelaku yang masih di bawah umur, kepolisian mengambil langkah preventif dengan memanggil orang tua masing-masing untuk menjemput anaknya. Hal ini dimaksudkan agar orang tua turut menyadari dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka.”Kami tegaskan, Polres Tanggamus tidak memberikan ruang sekecil apa pun bagi aksi balap liar di wilayah hukum kami,β tegas Iptu Primadona Laila.
Kendaraan yang diamankan saat ini dititipkan di Mapolres Tanggamus dan hanya dapat diambil setelah pemilik melengkapi seluruh persyaratan, termasuk spion, plat nomor, serta knalpot yang sesuai standar.
Dengan operasi ini, kepolisian berharap tidak hanya menimbulkan efek jera, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya balap liar dan pentingnya peran keluarga dalam mencegah anak terlibat dalam aktivitas berisiko.(*)[Abid]
