Sigerpos.com, METRO β Suasana Apel Mingguan di halaman Pemkot Metro berubah menjadi ruang refleksi massal, Senin (13/10/2025), setelah Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan pidato tajam yang mengupas tuntas praktik kepemimpinan dan seleksi jabatan di birokrasi.
Dengan bahasa lugas dan berani, Rafieq menegaskan bahwa Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang sedang berlangsung bukanlah ajang titipan, melainkan kompetisi terbuka bagi calon pemimpin yang benar-benar kompeten dan memiliki kewarasan dalam memimpin.
βSelter ini adalah seleksi terbuka, bukan seleksi tertutup. Semua yang memenuhi syarat tidak perlu khawatir karena semua punya kesempatan yang sama,β tegas Rafieq di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pernyataan ini dinilai sebagai tamparan keras bagi budaya “titipan” atau “pengantin pesanan” yang kerap mewarnai proses pengisian jabatan strategis. Rafieq menekankan, meritokrasi harus menjadi benteng terakhir kehormatan birokrasi.

Pidato Rafieq semakin menohok ketika ia menyoroti aspek psikologis kepemimpinan. Ia secara terbuka mengkritik pemimpin yang menjadikan bawahan sebagai sasaran emosi, menciptakan lingkungan kerja penuh ketakutan, dan anti kritik.βSaya tidak akan sebutkan siapa orangnya. Tapi yang merasa, mari introspeksi diri. Pemimpin toksik adalah virus organisasi,β sindirnya.
Ia lantas memaparkan tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang pejabat publik, Kompetensi: Penguasaan substansi dan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data. Integritas: Kejujuran, akuntabilitas, dan keberanian menolak praktik nepotisme. Kewarasan Kepemimpinan: Kecakapan emosional untuk menciptakan iklim kerja sehat, bukan melukai.βPemimpin yang waras adalah magnet kebaikan. Kehadirannya menenangkan, ucapannya menuntun, keputusannya mencerahkan,β ujarnya.
Wawali juga menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses seleksi. Ia meminta setiap perkembangan Selter diinformasikan kepada publik, tanpa ada yang disembunyikan. βSelter ini harus menjadi contoh. Biar masyarakat tahu, Pemkot Metro tidak sedang bermain-main dengan integritas,” ungkapnya.

Pidato ini dianggap sebagai terobosan berani di tengah lanskap birokrasi yang masih sering diwarnai praktik patronase. Rafieq tidak hanya menyerang mentalitas kelam, tetapi juga menawarkan standar baru: kewarasan sebagai ukuran kepemimpinan.
Diketahui, Pemkot Metro telah membuka Selter untuk tiga jabatan eselon II-B sejak 29 September 2025, yaitu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kini, semua mata tertuju pada proses seleksi ini, menunggu apakah pidato yang mengguncang itu akan benar-benar menjadi awal dari laku birokrasi yang baru, atau hanya sekadar retorika di pagi hari.(*)[Adv]
