Sigerpos.com, Metro β Program mulia Presiden berujung petaka! Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Metro harus menjalani pengawasan medis intensif selama tujuh hari ke depan, usai diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang justru ditujukan untuk kesehatan mereka.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dedi Hasmara, membenarkan tragedi memilukan ini. Sembilan anak dilaporkan jatuh sakit, dengan satu di antaranya mengalami muntah-muntah. Meski penyebab pastinya masih digali, pihak Dinas secara tegas menyatakan, itu karena MBG.
βProgram MBG ini bagus, cita-cita Presiden sangat bagus,β ujar Dedi, berusaha membela program yang disebutnya sebagai βinvestasi jangka panjang 20-30 tahun ke depanβ itu. Namun, ia tak bisa menutupi fakta pahit yang menimpa puluhan murid yang mengalami keracunan MBG.
Meski begitu, Dedi meminta para guru, murid dan orang tua untuk segera melaporkan bila ada kejadian serupa, atau ketidaksesuaian dalam pemberian makan bergizi geratis. “Jika ada anak yang sakit usai menyantap MBG, bahkan setelah pulang sekolah, segera LAPOR! ke dinas Pendidikan atau ke nomor pribadi saya langsung,” Ucapnya.
Terkait pemenuhan gizi atau menu 4 sehat 5 sempurna melalui program MBG, Dedi mengungkapkan bahwa kualitas makanan bukan wewenangnya, melainkan tanggung jawab program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan ini memantik pertanyaan besar siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab atas tragedi ini?
βIni memang tanggung jawab kami. Tetapi kami hanya bertanggung jawab memastikan pendistribusiannya, sudah terpenuhi semua atau belum. Sementara ini, dapur MBG ini sudah berdiri 14 di Kota Metro, setiap dapur menangani 3000 porsi. Kalo di Kabupaten Kota itu ketua satgasnya disnakertrans.” Tandasnya.(*)[Abid]
