Sigerpos.com | Tanggamus – Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki di pesisir Pantai Muara Hati, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sugiyo, 60 tahun, petani asal Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi memancing.
Jenazah Sugiyo ditemukan mengapung pada Kamis pagi, 16 April 2026, sekitar 34 kilometer dari lokasi awal ia diduga terseret arus Sungai Way Semuong.
Kepala Polsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, mengatakan identitas korban dipastikan setelah keluarga mengenali pakaian dan sarung golok yang masih melekat di tubuh korban.
βKorban dikenali dari kaus biru tua dan sarung golok yang masih berada di pinggangnya,β kata Tjasudin mewakili Kepala Polres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Menurut dia, keluarga meyakini jenazah tersebut adalah Sugiyo, warga Pekon Simpang Bayur, yang dilaporkan hilang sejak awal pekan.
Pihak keluarga, kata Tjasudin, menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut disertai surat pernyataan resmi.
βJenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Bayur,β ujar dia.
Sugiyo sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin, 13 April 2026. Sekitar pukul 14.30 WIB, ia berpamitan kepada anaknya, Agung Widiyanto, untuk pergi memancing.
Meski sempat dilarang karena cuaca mendung, Sugiyo tetap berangkat. Hingga keesokan harinya ia tak kunjung pulang. Pada saat bersamaan, debit Sungai Way Semuong dilaporkan meningkat dan meluap.
Khawatir terjadi sesuatu, keluarga melapor ke Polsek Wonosobo pada Selasa, 14 April 2026. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, Brimob Polda Lampung, dan warga untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Way Semuong.
Setelah dua hari pencarian, tiga warga yang sedang memancing di pesisir Pantai Muara Hati menemukan sesosok mayat terapung. Jenazah lalu dibawa ke RSUD Batin Mangunang, Kotaagung, untuk visum dan identifikasi sebelum dipastikan sebagai Sugiyo. (*)
