Sigerpos.com – Di pagi yang cerah di Kota Metro, Lampung, suasana Hari Ibu ke-97 menggelar sebuah panorama istimewa di rumah sederhana Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini. Sementara aroma sarapan buatannya masih hangat di meja makan, pikirannya sudah melesat ke dokumen Raperda tentang Penguatan Ekonomi Kreatif Pemuda. Inilah potret keseharian Ria: seorang ibu yang menyiapkan bekal untuk suami dan anak, sekaligus seorang ketua legislatif yang menyiapkan masa depan kota dan bangsanya.
βHari Ibu bagi saya adalah pengingat multitasking yang hakiki. Sejak pagi, kita sudah dituntut menjadi manajer, psikolog, koki, sekaligus perawat bagi keluarga. Kemampuan inilah yang justru saya bawa ke ruang politik: kemampuan mendengar, mengatur, bertahan dalam tekanan, dan membangun kepercayaan,β ujar Ria dengan senyum hangat, ditemani segelas kopi sebelum menuju kantornya.
Sebagai Ketua DPRD Perempuan di Kota Metro, Ria Hartini bukan sekadar pemegang pucuk pimpinan legislatif. Ia adalah simbol dari tema Hari Ibu tahun ini: βPerempuan Berdaya, Indonesia Majuβ. Dalam kepemimpinannya, ia secara konsisten mendorong kebijakan yang family-friendly dan berperspektif gender, seperti perbaikan fasilitas ruang laktasi di tempat umum dan program pemberdayaan ekonomi bagi ibu-ibu kepala keluarga.
βIndonesia Emas 2045 itu dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari kota seperti Metro. Visi besar itu akan hampa jika kita mengabaikan peran perempuan sebagai agent of change di akar rumput. Setiap kebijakan yang kami godok di DPRD harus menyentuh langsung kehidupan ibu-ibu yang berjuang menghidupi keluarga, anak-anak muda yang mencari kesempatan, dan anak-anak yang butuh lingkungan tumbuh yang sehat,β tegasnya di ruang kerjanya yang dipenuhi buku dan foto keluarga.
Sebagai seorang Ibu, Ria mengakui bahwa pengasuhan anak memberinya pelajaran berharga tentang kesabaran, keadilan, dan mendahulukan kepentingan bersama. Nilai-nilai inilah yang ia terapkan dalam memimpin sidang yang seringkali panas.
βDi rumah, saya harus adil memperhatikan kebutuhan masing-masing anak. Di DPRD, saya harus adil memastikan semua fraksi dan aspirasi terdengar. Prinsipnya sama: membangun untuk masa depan yang lebih baik bagi βanak-anakβ kita, baik di keluarga maupun di Kota Metro.βjelasnya.
Karyanya kini berfokus pada peta jalan menuju Indonesia Emas 2045 tingkat lokal. Beberapa inisiatifnya antara lain. Dewan Pendidikan Berkeadilan Gender: Memastikan lebih banyak perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan di sektor pendidikan.
Program βIbu Metro Digitalβ: Pelatihan literasi digital dan kewirausahaan bagi ibu-ibu PKK dan UMKM. Perda Kota Layak Anak: Memperkuat regulasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan stimulatif bagi generasi penerus.
βBerdaya dan Berkarya bukan sekadar slogan. Berdaya artinya kita memiliki kapasitas, akses, dan kontrol atas kehidupan kita sendiri. Berkarya artinya kita menggunakan daya itu untuk menciptakan nilai dan warisan bagi masyarakat. Saya ingin setiap perempuan di Metro, baik sebagai ibu di rumah, pedagang di pasar, atau ASN di kantor, merasa bahwa mereka adalah bagian penting dari gerbong menuju Indonesia Emas,β paparnya dengan mata berbinar.
Di akhir wawancara, Ria Hartini menyampaikan pesan khusus: βKepada semua ibu di Indonesia, khususnya di Metro: suara kita penting. Pengalaman kita berharga. Kepemimpinan kita dibutuhkan. Mari terus berdaya di ranah mana pun kita berada, karena dari tangan ibu-ibu yang tangguh, lahirlah generasi emas Indonesia 2045.βtegasnya.
Ria Hartini menutup Hari Ibu ini dengan kembali ke rumah, memeriksa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, sambil menyiapkan bahan untuk rapat penting besok tentang anggaran pendidikan. Dalam dirinya, peran sebagai ibu dan pemimpin menyatu sempurna, menjadi energi untuk membawa Kota Metro berkarya menuju masa depan yang gemilang.(*)
