Sigerpos.com | Tanggamus – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, mengapresiasi Forum Diskusi Masyarakat Tanggamus (Format) yang menggelar silaturahmi atau anjau silau sebagai ruang diskusi terbuka mengenai pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata di Bumi Begawi Jejama.
Kegiatan yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Wisata dan Budaya” itu menghadirkan Marhasan Samba dan Tim Ahli Percepatan Pembangunan Kabupaten Tanggamus, Nazaruddin Gustam, sebagai narasumber.
Koordinator Format, Usman Mursyid, mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi tokoh adat, mahasiswa, dan masyarakat untuk menyampaikan kritik serta masukan terkait tata kelola dan arah pembangunan di Kabupaten Tanggamus.
“Diskusi santai namun formal ini rencananya akan dilaksanakan secara kontinu dengan menghadirkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergiliran,” jelasnya.
Marhasan menilai kegiatan anjau silau sejalan dengan tradisi masyarakat Lampung yang mengedepankan silaturahmi dan kunjungan langsung antarsanak keluarga.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti besarnya potensi wisata Tanggamus apabila dikelola secara optimal. Menurut dia, kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Marhasan juga menyambut baik rencana pembentukan forum penjaga wisata di Kecamatan Kotaagung Timur. Dinas Pariwisata, kata dia, siap mendukung melalui penyediaan banner edukasi di kawasan pantai serta alat komunikasi handy talky (HT) di wilayah yang masih mengalami blank spot.
Selain itu, ia mendorong pengelola destinasi wisata dan sanggar budaya membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) guna mempermudah pendataan dan penyaluran bantuan pemerintah.
Ia juga menyatakan pemerintah daerah berencana mengembangkan konsep homestay berbasis masyarakat.
Marhasan menilai sejumlah tradisi budaya di Tanggamus mulai ditinggalkan. Di antaranya prosesi hiwang-hiwangan saat pengantin perempuan berpamitan sebelum mengikuti suami, maupun tradisi metudau pada pengantin laki-laki yang akan semanda.
“Dinas pariwisata akan menghidupkan kembali sanggar budaya yang selama ini terkesan mati suri, sebagai wadah menghidupkan kembali budaya yang terlupakan,” jelas Marhasan, Kamis malam, 9/7/2026.
Sementara itu, Tim Ahli Percepatan Pembangunan Kabupaten Tanggamus, Nazaruddin Gustam, mendorong pemerintah daerah untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata.
Menurut dia, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia meminta dinas terkait terus memberikan edukasi kepada Pokdarwis dan masyarakat.
“Perbaikan infrastruktur jalan menjadi fokus Pemkab Tanggamus berkalaborasi dengan pemerintah pusat. Alhamdulilah saat ini sudah banyak yang terlaksana, meski masih banyak juga yang belum disentuh tetapi tetap menjadi prioritas secara bertahap,” jelasnya. (*)
