Sigerpos.com | Tanggamus – Sebanyak 10 mahasiswi terbaik Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Tanggamus mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperluas pengalaman akademik mahasiswa di tingkat internasional.
Rombongan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pringsewu pada Jumat pagi, 3/7/2026. Selama sekitar satu bulan, para peserta dijadwalkan menjalani kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, dan pertukaran budaya bersama sejumlah lembaga pendidikan di Thailand.
Dekan STEBI Tanggamus, Riki Renaldo, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STEBI Tanggamus, STIT Pringsewu, dan Institut Bakti Nusantara.
“Kegiatan ini disusun untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di kancah global, sekaligus memperluas wawasan serta meningkatkan daya saing mahasiswa melalui pengalaman akademik dan pengabdian masyarakat lintas negara,” katanya.
Menurut Riki, selama berada di Thailand para peserta akan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas setempat. Mereka akan mengikuti kegiatan praktik lapangan, pengabdian kepada masyarakat, pengenalan budaya, serta pengembangan kapasitas dalam lingkungan internasional.
Rombongan dipimpin Ketua Delegasi Lis Maisaroh dari STIT Pringsewu. Pelepasan peserta turut dihadiri Wakil Ketua II dan III STIT Pringsewu, Ketua LPPM STIT Pringsewu, Kepala Humas STEBI Tanggamus Nurhasan, Kusbianto, Ketua LPPM STEBI Tanggamus Vina Putri Agustiani, serta Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer (FTIKOM) Institut Bakti Nusantara.
Riki menilai program tersebut menjadi langkah awal memperkuat jejaring kerja sama perguruan tinggi Indonesia dengan mitra pendidikan di kawasan ASEAN. Ia juga berpesan agar para peserta menjaga nama baik institusi selama mengikuti kegiatan di luar negeri.
“Jadikan momen ini sebagai sarana belajar, mengabdi, dan membangun jejaring yang bermanfaat untuk masa depan,β ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut mampu membentuk lulusan yang memiliki wawasan global, adaptif terhadap perubahan, serta siap bersaing di tingkat internasional.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul di kelas, tapi juga tangguh beradaptasi, terbuka pada perbedaan, dan peduli pada sesama. Semoga pengalaman ini membawa dampak positif bagi kemajuan kampus dan masyarakat luas,β kata Riki.
Ke depan, kata dia, ketiga perguruan tinggi berkomitmen melanjutkan kerja sama internasional untuk menghadirkan lebih banyak program pembelajaran lintas negara sebagai bekal mahasiswa menghadapi tantangan global. (*)
