Sigerpos.com | Kota Metro – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menghadiri kegiatan santunan bagi sekitar 400 anak yatim dan lanjut usia di Mawadah 29, Kelurahan Banjarsari, Jumat, 12 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu anak-anak yatim yang mengalami kendala biaya pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Kegiatan sosial yang digelar di kediaman Haji Hendro Lukito tersebut merupakan agenda rutin bulanan yang telah berlangsung sekitar 34 tahun.
Dalam sambutannya, Bambang mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan santunan yang dinilainya menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya merasa bangga dan bahagia dapat hadir langsung bersama anak-anak yatim dan masyarakat. Semoga kegiatan yang telah berjalan puluhan tahun ini terus mendapat keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Bambang.
Ia juga mendoakan agar Haji Hendro Lukito beserta keluarga senantiasa diberi kesehatan dan kelapangan rezeki sehingga dapat terus melanjutkan kegiatan sosial tersebut.
Bambang menegaskan, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak yatim untuk melanjutkan pendidikan. Menurut dia, pemerintah bersama sejumlah pihak akan berupaya membantu peserta didik yang mengalami kesulitan biaya sekolah, termasuk membuka peluang beasiswa ke Universitas Islam Lampung (Unisla) Metro.
“Bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar namun terkendala biaya, silakan disampaikan melalui pengurus dan pembina. Pemerintah bersama berbagai pihak akan berupaya membantu agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.

Selain menyampaikan dukungan di bidang pendidikan, Bambang juga memotivasi anak-anak yatim agar tetap optimistis meraih cita-cita. Ia menilai status sebagai anak yatim tidak menjadi hambatan untuk berprestasi maupun mengabdi sebagai dokter, guru, dosen, aparatur sipil negara, ataupun prajurit TNI.
“Jangan pernah merasa rendah diri. Menjadi anak yatim bukan kesalahan siapa pun. Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Santunan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendukung kepedulian sosial sekaligus memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan di Kota Metro. (*) [Advertorial]
