Oleh: Nadir Nadirsah Hawari | Tokoh Masyarakat
Menengok jejak masa lalu, membaca keadaan hari ini, dan menuliskan harapan untuk masa depan. Kota Metro bukan hanya garis di peta, bukan hanya jalan, gedung, taman, pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan. Kota Metro adalah rumah. Di dalamnya ada doa orang tua, tawa anak-anak, peluh para pekerja, langkah para pedagang, cita-cita para pelajar, serta harapan masyarakat kecil yang ingin hidup lebih baik dari hari kemarin.
Atas nama tokoh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro, khususnya kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota beserta seluruh jajaran. Dalam perjalanan kepemimpinan yang terus bergerak, kita melihat adanya ikhtiar untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat kepada rakyat, pelayanan publik yang lebih baik, pendidikan yang terus diperkuat, kesehatan masyarakat yang diperhatikan, serta semangat membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.
Kita patut bersyukur ketika Kota Metro menorehkan capaian dalam bidang pelayanan publik. Kita juga patut berbangga ketika dunia pendidikan terus mendapat perhatian, ketika kepala sekolah dan tenaga pendidik didorong untuk menjadi pemimpin pembelajaran, ketika anak-anak Metro berani tampil dan mengharumkan nama daerah sampai tingkat yang lebih tinggi. Kita juga melihat semangat untuk membangun Kota Metro sebagai kota yang sehat, kota yang ramah, kota yang layak dihuni, dan kota yang terus berbenah.
Sambutan yang baik bukan hanya yang pandai memuji. Sambutan yang tulus adalah sambutan yang berani mencintai dengan jujur. Karena mencintai Kota Metro berarti berani melihat keindahannya, sekaligus tidak menutup mata terhadap kekurangan yang ada.
Kita tahu, hari ini tantangan tidak ringan. Ruang anggaran semakin sempit. Bantuan dan aliran anggaran dari pusat tidak selalu dapat menjawab seluruh kebutuhan daerah. Di saat yang sama, harapan masyarakat terus tumbuh. Jalan ingin segera diperbaiki. Drainase ingin segera dibenahi. Fasilitas umum ingin segera dirawat. Lampu jalan, taman, pasar, lingkungan permukiman, dan pelayanan dasar ingin terus ditingkatkan.
Kita juga merasakan bahwa daya beli masyarakat belum sepenuhnya kuat. Banyak pedagang kecil masih menghitung untung dengan napas panjang. Banyak keluarga masih menata belanja harian dengan penuh kehati-hatian. Banyak anak muda ingin bekerja, ingin berkarya, tetapi ruang kesempatan harus terus dibuka lebih luas. Persoalan sosial juga tidak bisa kita anggap kecil. Kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, ketimpangan lingkungan, persoalan kesehatan, dan kerentanan keluarga adalah pekerjaan bersama yang tidak mungkin selesai hanya dengan pidato, apalagi hanya dengan tepuk tangan.
Karena itu, hari jadi Kota Metro ke-89 ini hendaknya menjadi cermin. Cermin untuk melihat apa yang telah berhasil kita capai, dan cermin untuk melihat apa yang masih harus kita benahi.
Di tengah segala keterbatasan itu, kita tidak boleh kehilangan arah. Kota Metro tidak dibangun oleh satu orang. Kota Metro tidak ditopang oleh satu kantor. Kota Metro berdiri karena banyak tangan yang saling menguatkan. Pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, kejaksaan, TNI, pengadilan, lembaga vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, pemuda, perempuan, serta seluruh warga adalah tiang-tiang yang menyangga rumah besar bernama Kota Metro.
Maka, kerja sama antar unsur pimpinan daerah adalah keharusan. Dalam masa yang sulit, ego harus diperkecil, koordinasi harus diperbesar. Dalam masa anggaran terbatas, belanja harus semakin cerdas, program harus semakin tepat sasaran, dan keputusan harus semakin berpihak kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Kita berharap pembangunan tidak hanya tampak indah di atas kertas, tetapi terasa sampai ke gang-gang kecil, sampai ke pasar-pasar rakyat, sampai ke ruang kelas, sampai ke puskesmas, sampai ke rumah warga yang sederhana. Kita berharap setiap kebijakan bukan hanya terdengar hebat dalam rapat, tetapi mampu menjawab keluhan ibu-ibu, pedagang, petani, buruh, guru, pelajar, dan para orang tua yang menggantungkan masa depan keluarganya di kota ini.
Masyarakat tidak menuntut semua hal selesai dalam semalam. Masyarakat memahami bahwa membangun kota membutuhkan waktu, proses, dan kemampuan anggaran. Namun masyarakat berharap ada kejujuran arah, kesungguhan kerja, dan keberanian menentukan prioritas. Jalan yang rusak mungkin belum semuanya dapat diperbaiki sekaligus, tetapi masyarakat ingin melihat peta jalan yang jelas. Fasilitas umum mungkin tidak bisa dibenahi seluruhnya dalam satu tahun, tetapi masyarakat ingin merasakan bahwa pemerintah hadir, mendengar, mencatat, dan bergerak.
Sebab bagi rakyat, pembangunan bukan sekadar angka. Bagi rakyat, pembangunan adalah jalan yang bisa dilewati dengan aman. Pembangunan adalah pasar yang hidup. Pembangunan adalah sekolah yang nyaman. Pembangunan adalah layanan yang tidak berbelit-belit. Pembangunan adalah lampu jalan yang menyala di malam hari. Pembangunan adalah anak-anak yang dapat bermimpi tanpa takut lelah sebelum berjuang.
Kota Metro memiliki modal besar. Kita memiliki masyarakat yang ramah, lingkungan yang relatif tertata, tradisi pendidikan yang kuat, ruang sosial yang hidup, dan semangat kebersamaan yang masih terjaga. Jangan sampai modal ini pudar hanya karena kita sibuk saling menyalahkan. Kritik tetap diperlukan, tetapi kritik harus menjadi lentera, bukan api yang membakar rumah sendiri. Pemerintah perlu membuka telinga, masyarakat perlu menjaga kepercayaan, dan semua pihak perlu berjalan dalam satu irama.
Hari ini, mari kita jadikan peringatan Hari Jadi ke-89 Kota Metro sebagai janji bersama. Janji untuk menjaga kota ini dengan hati. Janji untuk membangun dengan kerja nyata. Janji untuk tidak meninggalkan warga yang lemah. Janji untuk tidak membiarkan persoalan kecil tumbuh menjadi luka besar. Janji untuk menjadikan Metro bukan hanya kota yang indah dilihat, tetapi juga nyaman untuk dihuni dan tempat anak cucu kita mengukir prestasi gemilang di masa depan.
Atas nama tokoh masyarakat, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-89 Kota Metro tahun 2026. Semoga Kota Metro semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pemerintahannya semakin amanah, dan seluruh warganya semakin rukun dalam keberagaman. Kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota, kami mendoakan semoga selalu diberi kesehatan, kekuatan, kejernihan pikiran, dan keteguhan hati dalam memimpin Kota Metro. Mari kita jaga kota ini bukan hanya dengan suara, tetapi dengan perbuatan, bukan hanya dengan harapan, tetapi dengan gotong royong, sakay samabayan.
Karena Kota Metro adalah rumah kita. Jika rumah ini retak, mari kita perbaiki bersama. Jika rumah ini gelap, mari kita nyalakan pelita bersama. Dan jika rumah ini ingin maju, mari kita langkahkan kaki bersama-sama.
