Ilustrasi. | ist.
Sigerpos.com | Tanggamus – Pengusaha percetakan penyedia lembar soal ujian sekolah di Kabupaten Tanggamus yang sebelumnya dikaitkan dengan dugaan pungutan liar oleh oknum yang mengatasnamakan orang dalam lingkaran bupati, akhirnya memberikan klarifikasi.
Pengusaha tersebut mengaku sempat berbincang melalui sambungan telepon dengan seorang jurnalis yang telah lama dikenalnya. Dalam percakapan itu, ia mengaku menyampaikan keluhan terkait kondisi usaha percetakannya.
Menurut dia, jurnalis tersebut kemudian meminta agar keluhannya dipublikasikan. Namun, setelah pemberitaan terbit, ia justru merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap keberlangsungan usahanya.
“Dampaknya saya jadi tidak nyaman dengan pemberitaan itu, khawatir juga dengan usaha saya. Jadi saya minta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan,” jelasnya kepada Sigerpos.com, Kamis, 7/5/2026.
Ia juga mengaku sedang kurang sehat, sehingga tak ingin berpolemik. Ia meminta media massa yang memuat pemberitaan untuk menurunkan berita terkait dugaan pungli tersebut. “Saya tidak mau terbebani dengan celotehan kiri kanan,β ujarnya.
Di sisi lain, seorang Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Tanggamus membenarkan bahwa pihaknya selama ini menggunakan jasa percetakan yang dimaksud untuk kebutuhan soal ujian. Ia mengaku tidak menemukan persoalan dalam kerja sama tersebut.
Menurut dia, kualitas hasil cetakan maupun distribusi selama ini berjalan baik dan tidak pernah menimbulkan keluhan dari pihak sekolah.
Pernyataan serupa juga disampaikan seorang kepala sekolah di Kecamatan Pugung. Ia menyebut sekolahnya telah lama menggunakan jasa percetakan tersebut.
“Sekolah kami sudah lama membuat soal ujian di sana, kualitas kertasnya bagus, hasil cetakannya juga bagus dan distribusinya selalu tepat waktu. Kami baik-baik dan tidak ada keluhan,β katanya. (*)
