Sigerpos.com, Metro β Sebuah babak baru pendidikan vokasi dimulai di Kota Metro. Akademi Komunitas ITech Metro resmi berdiri dan diharapkan menjadi jawaban atas tantangan dunia kerja yang terus berubah cepat. Peresmian yang berlangsung khidmat pada Selasa (5/5/2026) ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, M.Rafiq Adi Pradana, para pemangku kepentingan pendidikan, serta pelaku dunia usaha dan industri.
Wakil Wali Kota Metro dalam sambutannya menekankan bahwa, pendidikan vokasi bukanlah kelas dua, melainkan garda terdepan dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berkarakter.
“Dulu orang cukup bertanya, ‘Kamu lulusan apa?’ Sekarang dunia kerja bertanya lebih jauh, ‘Kamu bisa mengerjakan apa? Kamu punya karya apa? Kamu mampu menyelesaikan masalah apa?'” ujar Kata M.Rafiq

Ia menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar menambah satu kampus baru, tetapi menambah satu pintu masa depan bagi generasi muda Metro. “Kota pendidikan tidak boleh hanya berarti banyak sekolah dan kampus. Kota pendidikan harus berarti kota yang mampu melahirkan manusia yang siap hidup, siap bekerja, siap beradaptasi, dan siap memberi manfaat,” tandasnya.
Di tengau percepatan transformasi digital, Rafiq mengingatkan bahwa teknologi tanpa nilai dapat melahirkan manusia yang cepat, tetapi tidak bijak. Karena itu, ia berpesan agar Akademi Komunitas ITech Metro tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan integritas, etika, dan tanggung jawab sosial.
“Teknologi tanpa nilai dapat melahirkan manusia yang cepat, tetapi tidak bijak. Pendidikan tanpa karakter dapat melahirkan orang pintar, tetapi tidak bermanfaat,” tegasnya.
Ia meminta para mahasiswa dan calon mahasiswa untuk tidak datang ke kampus hanya mencari gelar. “Jangan hanya ingin lulus. Berusahalah menjadi manusia yang bernilai. Jangan hanya ingin cepat bekerja. Berusahalah menjadi pekerja yang jujur, kreatif, disiplin, dan mampu dipercaya.”
Wakil Wali Kota Metro juga berpesan kepada pengelola kampus untuk tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha, UMKM, sekolah, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah menjadi kunci.
“Buatlah mahasiswa belajar dari persoalan nyata. Bagaimana membantu UMKM kecil memiliki katalog digital. Bagaimana membantu pedagang membuat promosi. Bagaimana membantu organisasi masyarakat mengelola data,” ujarnya.

Menurutnya, jika itu dilakukan, kampus ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
Tak lupa, Rafiq memberikan semangat kepada mahasiswa dan orang tua yang mungkin masih ragu dengan jalur pendidikan vokasi.
“Jangan minder memilih pendidikan vokasi. Dunia hari ini membutuhkan orang yang bisa bekerja nyata. Masa depan bukan hanya dimiliki oleh mereka yang menunggu peluang, tetapi oleh mereka yang menyiapkan diri sebelum peluang itu datang.
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, M.Rafiq Pradana meresmikan Akademi Komunitas ITech Metro dan berharap kampus ini menjadi rumah ilmu, keterampilan, kreativitas, dan harapan bagi generasi muda Kota Metro, Provinsi Lampung, dan Indonesia”.(*)
