Sigerpos.com, Tanggamus β Kabupaten Tanggamus mengukir babak baru dalam tata kelola pemerintahan dengan meresmikan pemekaran tiga Pekon (Desa) sekaligus, pada Senin (3/10/2025). Dua pekon di Kecamatan Sumberejo, yaitu Rowosari dan Tanjung Sari, serta satu pekon di Kecamatan Ulu Belu, yaitu Girimulyo, resmi berdiri sebagai upaya strategis memacu pemerataan pembangunan dan mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam acara yang juga diisi dengan pelantikan tiga Penjabat (Pj) Kepala Pekon, Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, menekankan bahwa pemekaran ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah terobosan untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada warga.
“Pemekaran pekon ini dapat lebih membantu dalam kinerja pemerintah kabupaten Tanggamus,” ujarnya.
Dengan diresmikannya ketiga pekon persiapan ini, diharapkan percepatan pembangunan di sektor infrastruktur, pelayanan dasar, dan pemberdayaan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang sebelumnya mungkin jauh dari pusat pemerintahan desa.
Di hadapan para pejabat dan undangan, Bupati Saleh menyampaikan amanat yang tegas dan penuh makna. Ia meminta seluruh Pj Kepala Pekon untuk menerapkan prinsip “kerja jalan lurus”.
“Artinya apa? Kerja harus tulus,” tegasnya. Para penjabat sementara ini diharapkan dapat menjadi contoh yang baik hingga kepala pekon definitif terpilih nantinya.
Amanat Bupati tidak berhenti di situ. Dengan bahasa yang lugas, ia memberikan peringatan keras tentang integritas. Saleh meminta para pejabatnya untuk benar-benar menjauhi praktik gratifikasi dan segala bentuk pelanggaran hukum.
“Ingat, jangan coba-coba mencari rezeki dengan cara yang tidak halal. Kita sudah digaji negara menggunakan uang rakyat, dan benar-benar bekerja lah untuk rakyat,” pesannya dengan penuh keyakinan.
Ia menegaskan kembali komitmen “jalan lurus” sebagai haluan utama Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam membangun daerah. Pesan moral ini menjadi fondasi yang ditekankan di hari bersejarah bagi ketiga pekon baru tersebut.
Peresmian ini menjadi titik tolak bagi ketiga wilayah tersebut untuk mengelola rumah tangganya sendiri secara mandiri. Dengan kepemimpinan para Pj yang diharapkan dapat bekerja secara tulus dan bersih, masyarakat menanti terwujudnya pemerintahan yang efektif, pembangunan yang merata, dan peningkatan kesejahteraan yang nyata.
Langkah pemekaran ini mencerminkan optimisme baru bagi masa depan Tanggamus, di mana pembangunan tidak hanya berpusat di ibukota kabupaten, tetapi merambah hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan.(*)[Abid]
