Sigerpos.com, Jakarta β Tangis istri Eko Patrio pecah di antara puing-puing rumah mewahnya yang dijarah massa. Properti senilai lebih dari Rp150 miliar itu hancur berantakanβperabotan mewah, koleksi baju branded, dan barang berharga lainnya lenyap dijarah amuk rakyat yang marah. Sementara sang istri berduka, di luar, ribuan warga justru bersorak sorai, menganggap aksi ini sebagai “karma” bagi publik figur yang dianggap abai terhadap penderitaan rakyat.
Istri Eko Patrio tak kuasa menahan air mata saat melihat rumahnya yang megah kini porak-poranda dijarah masa. “Semua hilang.. bahkan baju-baju kesayangan saya pun raib,” ujarnya dengan suara bergetar. Namun, di luar pagar, massa justru mengangkat spanduk bertuliskan:
“ELITE SENANG, RAKYAT MENDERITA β INI BALASANNYA!”
Di media sosial, komentar pedas membanjiri timeline. Salah satu netizen menulis: “Beginilah rasanya ketika rakyat sudah muak. Kemewahan bukan lagi benteng pertahanan. Kalau tidak bisa merasakan penderitaan rakyat, jangan kaget saat rakyat balik menunjukkan amarahnya.”
Eko Patrio selama ini kerap menjadi sorotan karena gaya hidup mewah, dan dukungannya pada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat, termasuk RUU Perampasan Aset dan kenaikan gaji DPR. Rakyat melihatnya sebagai simbol ketidakadilan, sementara masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, para elite hidup dalam kemewahan.
Bagi banyak warga, penghancuran rumah ini bukan sekadar aksi anarkis, melainkan simbol runtuhnya kepercayaan pada para pemimpin dan selebritas yang dianggap tidak lagi mendengar suara rakyat. Seorang pengunjuk rasa di lokasi berteriak:
“Kami tidak butuh belas kasihan! Kami butuh keadilan!”(*)
