Sigerpos.com, Metro β Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro yang berlangsung di Stadion Tejosari, Selasa (9/6/2026), tidak hanya diisi dengan upacara dan sambutan resmi. Sebuah pesan tajam namun penuh cinta disampaikan oleh tokoh masyarakat, Nadir Nadirsah Hawari. Dalam sambutannya yang mewakili elemen masyarakat, ia mengingatkan bahwa Kota Metro bukanlah sekadar peta, gedung, atau jalan, melainkan rumah bersama yang harus dirawat dengan hati.
“Kota Metro adalah rumah. Di dalamnya ada doa orang tua, tawa anak-anak, peluh pekerja, langkah pedagang, cita-cita pelajar, serta harapan masyarakat kecil yang ingin hidup lebih baik dari hari kemarin,” ujar Nadir di hadapan ratusan peserta upacara, termasuk Wali Kota Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota M. Rafieq Adi Pradana.
Di tengah apresiasinya terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai telah berupaya mendekatkan pelayanan publik, memperkuat pendidikan, dan membangun tata kelola transparan, Nadir mengingatkan bahwa pujian yang tulus bukanlah yang pandai memuji, tetapi yang berani mencintai dengan jujur.
“Mencintai Metro berarti berani melihat keindahannya, sekaligus tidak menutup mata terhadap kekurangan,” tegasnya.
Ia menyoroti sejumlah tantangan riil yang masih membelit kota berjuluk Bumi Sai Wawai, anggaran yang kian sempit, jalan dan drainase yang masih rusak, fasilitas umum yang tak kunjung terawat, daya beli masyarakat yang lemah, serta persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan kenakalan remaja.
Nadir menegaskan bahwa Metro tidak dibangun oleh satu orang atau satu kantor. Ia berdiri karena banyak tangan yang saling menguatkan, pemerintah daerah, DPRD, TNI/Polri, kejaksaan, tokoh agama, dunia usaha, media, pemuda, perempuan, dan seluruh warga.
“Kerja sama antar unsur pimpinan daerah adalah keharusan. Dalam masa sulit, ego harus diperkecil, koordinasi diperbesar. Belanja harus cerdas, program tepat sasaran, dan keputusan berpihak kepada masyarakat paling membutuhkan,” ujarnya.
Masyarakat, lanjut Nadir, tidak menuntut semua selesai dalam semalam. Yang mereka butuhkan adalah kejujuran arah, kesungguhan kerja, dan keberanian menentukan prioritas. Sebuah peta jalan yang jelas untuk setiap ruas jalan yang rusak, sebuah kehadiran nyata pemerintah di gang-gang kecil dan pasar rakyat.
Nadir mengingatkan bahwa bagi rakyat, pembangunan bukanlah sekadar statistik. Pembangunan adalah jalan yang aman dilalui, pasar yang hidup, sekolah yang nyaman, layanan yang tidak berbelit, lampu jalan yang menyala di malam hari, dan anak-anak yang berani bermimpi tanpa takut lelah.
“Jika rumah ini retak, mari perbaiki bersama. Jika rumah ini gelap, mari nyalakan pelita bersama. Jika rumah ini ingin maju, mari langkahkan kaki bersama,” pesannya.
Nadir mengucapkan selamat HUT ke-89 Kota Metro dan berdoa agar kota ini semakin maju, masyarakat sejahtera, pemerintahan amanah, dan warga rukun dalam keberagaman.
“Kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kami doakan kesehatan dan keteguhan hati. Kepada seluruh unsur pimpinan daerah, rawat sinergi. Kepada masyarakat, jaga kota ini bukan hanya dengan suara, tetapi dengan perbuatan. Bukan hanya dengan harapan, tetapi dengan gotong royong, sakay samabayan,” pungkas Nadir. (*)
.
