Sigerpos.com, Metro β Warga di lingkungan jalan padat karya, RT 23 RW 05 Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, kembali mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Masyarakat Madani Berkarya. Bau busuk yang menyengat sudah berlangsung lama, namun hingga kini tak kunjung mendapat respons serius dari pengelola.
Anggun Prasetyo, warga setempat, mengaku pusing hampir setiap hari akibat bau menyengat yang berasal dari aliran limbah cair SPPG yang dibuang sembarangan ke saluran irigasi warga.
“Bau banget memang. Kadang sampai pusing karena baunya itu. Warga di sini sudah pernah protes, tapi tidak digubris,” ujar Anggun, Kamis (23/4/2026).
Tak hanya bau, limbah cair yang mengalir lambat di irigasi juga menimbulkan genangan yang kian memperparah kondisi lingkungan. Berdasarkan investigasi di lapangan, saluran limbah cair tersebut tampak tersumbat dan tidak mengalir dengan baik. Padahal, irigasi tersebut merupakan milik warga yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Yang menambah kekesalan warga adalah sikap kepala SPPG yang dinilai arogan. Anggun mengaku pimpinan yayasan tersebut tidak pernah menyapa, apalagi mau berinteraksi atau berbaur dengan lingkungan sekitar.
“Sombong, gak pernah tegur sapa, apalagi mau berbaur dengan lingkungan. Padahal limbahnya mengganggu,” keluhnya.
Saat dikonfirmasi, pihak keamanan SPPG membenarkan bahwa sudah ada beberapa warga yang datang protes. Namun, ia mengaku tidak berwenang berbicara banyak dan hanya bisa meneruskan pesan ke pimpinan.
“Ya benar, sudah ada beberapa warga yang protes. Tapi saya gak bisa ngomong lebih. Langsung komunikasi aja sama kepala SPPG-nya. Tinggalin nomor, nanti saya sampaikan ke pimpinan,” ujar Imam petugas keamanan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bau busuk dari limbah SPPG dapat tercium hingga radius 50 meter dari lingkungan warga. Pencemaran ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang sistem kekebalan tubuhnya lebih rentan.(*)[Abid]
