Sigerpos.com | Tanggamus – Haura Gazala Tsabit, remaja asal Kabupaten Tanggamus, bersiap bersaing dalam ajang Pemilihan Putri Batik Remaja Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Siswi kelas 10 SMAN 9 Bandar Lampung tersebut akan tampil dalam kompetisi nasional ini sebagai perwakilan dari Provinsi Lampung.
Meski berkompetisi di tingkat nasional membawa nama provinsi, putri dari pasangan H. Nuzul Irsan dan Hj. Susi Elviana ini berkomitmen kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya batik serta potensi pariwisata daerah asalnya, Tanggamus, yang dijuluki Bumi Begawi Jejama.
Melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 4/10/2026, Haura menyampaikan bahwa keikutsertaannya bukan sekadar untuk berkompetisi. Momentum ini ia pandang sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan pesona Lampung, khususnya Tanggamus.
“Saya bangga dan bersyukur diberikan kesempatan menjadi perwakilan Provinsi Lampung. Membawa nama provinsi berarti juga membawa nama Kabupaten Tanggamus, daerah asal yang sangat saya cintai dan layak dikenal masyarakat luas di tingkat nasional,” ujar Haura.
Sebagai bagian dari persiapannya, Haura mengeksplorasi berbagai potensi wisata Tanggamus, salah satunya Pantai Teluk Kiluan. Destinasi yang terkenal dengan keindahan alam dan kawanan lumba-lumbanya ini dinilai sangat layak dipromosikan ke generasi muda dan masyarakat luas.
“Saya ingin membawa cerita tentang keindahan objek wisata Pantai Teluk Kiluan. Lautnya yang teduh dengan bebatuan karang, hamparan pasir, dan kemunculan lumba-lumba menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan,” jelasnya.
Selain pariwisata, Haura juga akan mengusung batik khas Tanggamus. Batik dari Bumi Begawi Jejama ini memiliki motif unik bermuatan lokal, seperti unsur belah ketupat dan lumba-lumba, yang menjadi identitas budaya kuat.
“Saya ingin batik Tanggamus tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal. Motif belah ketupat dan lumba-lumba ini sangat menarik karena menyimpan identitas, cerita daerah, dan pesan tentang bagaimana kita menjaga warisan budaya bangsa,” tutur Haura.
Menjelang kompetisi di akhir tahun 2026, Haura mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Lampung, terutama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, tokoh masyarakat, pelaku budaya dan pariwisata, serta komunitas pemuda dan pelajar. (*)
