Ketua DPD Partai Golkar Bandar Lampung terpilih, Rycko Menoza (tengah), berfoto bersama Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar. | Ist.
Sigerpos.com | Bandar Lampung – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Bandar Lampung menetapkan Rycko Menoza sebagai ketua DPD periode 2026–2031 secara aklamasi, Senin, 21/9/ 2026. Namun, agenda konsolidasi organisasi itu belum sepenuhnya tuntas setelah pembahasan susunan kepengurusan di tingkat tim formatur mengalami kebuntuan alias deadlock.
Rycko menjadi satu-satunya calon yang mendaftarkan diri hingga penutupan penjaringan. Karena itu, forum Musda menetapkannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 secara aklamasi.
Belakangan, persoalan muncul setelah forum beralih pada penyusunan struktur kepengurusan. Berdasarkan informasi dari salah seorang anggota tim formatur yang mengetahui pembahasan tersebut, terjadi perbedaan pandangan mengenai komposisi pengurus, termasuk posisi sekretaris.
Ketegangan dalam forum formatur tercermin dari keberatan beberapa anggota terhadap mekanisme pembahasan susunan kepengurusan.
“Buat apa bentuk tim formatur kalau SK pengurusan tidak diperlihatkan kepada masing-masing anggota tim formatur,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan persoalan mengenai keterbukaan informasi dalam pembahasan komposisi kepengurusan. Jika tim formatur dibentuk untuk menyusun kepengurusan bersama, keterbukaan mengenai rancangan struktur dan mekanisme pengambilan keputusan menjadi bagian penting agar hasilnya dapat diterima seluruh unsur organisasi.
Menurut informasi yang diperoleh, perbedaan pandangan tersebut membuat pembahasan kepengurusan belum mencapai titik temu. Akibatnya, meski posisi ketua telah ditetapkan, susunan kepengurusan DPD Golkar Bandar Lampung periode 2026–2031 belum sepenuhnya selesai.
Situasi itu menjadi ironi tersendiri bagi Musda yang sejak awal diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi. Rycko sendiri sebelum Musda menyampaikan harapan agar Partai Golkar Kota Bandar Lampung semakin kuat dan kompak.
Seorang anggota formatur menilai perbedaan kepentingan dalam penyusunan pengurus merupakan bagian yang lazim dalam dinamika organisasi. Namun, ia menekankan pentingnya meletakkan kepentingan Partai Golkar Bandar Lampung agar kepengurusan baru bisa diterima kader dan segera bekerja efektif. (*)
