Sigerpos.com, Metro β Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menorehkan sejarah baru. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi mengukuhkan lima guru besar sekaligus di kampus UIN Jurai Siwo, Sabtu (8/8/2026). Momentum ini menjadi babak baru bagi perguruan tinggi yang sebelumnya bernama IAIN Metro tersebut.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perubahan status dari IAIN menjadi UIN. Ia juga memaparkan sejumlah capaian, salah satunya penghargaan UI GreenMetric yang menempatkan UIN Jurai Siwo di peringkat keempat PTKIN se-Indonesia.
“Inilah kampus UIN Jurai Siwo Lampung yang di tangan beliau kita berubah status dari IAIN menjadi UIN. Kami mohon untuk dapat mengukuhkan lima orang guru besar utama dan meresmikan laboratorium terintegrasi enam lantai yang menyatu dengan perpustakaan,” ujar Ida Umami.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan lima guru besar tersebut. Ia berharap para guru besar dapat menjadi pelopor inovasi dan penggerak kemajuan pendidikan.
“Pengukuhan ini merupakan pencapaian akademik tertinggi yang mencerminkan dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sinergi antara Kementerian Agama, UIN Jurai Siwo, dan Pemerintah Kota Metro harus terus diperkuat,” ujar Bambang.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyoroti perubahan status IAIN menjadi UIN sebagai sebuah lompatan besar. Ia mengibaratkan IAIN sebagai danau, sementara UIN adalah samudra yang menampung universalitas ajaran Islam.

“Institut Agama Islam itu ibaratnya sebuah danau, dan UIN itu ibaratnya samudra. Universalitas Islam itu hanya bisa diwadahi oleh universitas Islam. Dengan perubahan menjadi UIN, kampus ini bisa menciptakan program studi umum yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lulusan UIN tidak hanya menjadi sarjana, tetapi juga cendekiawan muslim, mubaligh, dan panutan masyarakat. Selain itu, Menag meresmikan laboratorium terpadu dan mengingatkan agar fasilitas tersebut digunakan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Laboratorium itu bukan tempat gagah-gagahan. Sejarah intelektual berbanding lurus dengan temuan-temuan intelektual di lab. Semakin canggih laboratorium, temuan ilmu pengetahuan semakin dekat kita kepada Allah,” tegasnya.
Dengan pengukuhan lima guru besar, peluncuran UIN Raden Intan Lampung, dan peresmian laboratorium terintegrasi, UIN Jurai Siwo Lampung semakin mantap melangkah sebagai pusat pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.(*)[Advetorial]
