Sigerpos.com, Metro β Lapangan Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, kini menjadi pemandangan yang kontras. Di satu sisi, tempat ini masih ramai dikunjungi warga, terutama orang tua yang melatih motorik anak-anak mereka. Namun di sisi lain, fasilitas edukasi dan permainan di dalamnya justru memprihatinkan, rusak, terbengkalai, bahkan membahayakan.
Taman lapangan yang dibangun pada era kepemimpinan Wali Kota Wahdi Siradjuddin ini dulu pernah menjadi primadona. Namun kini, suasana suram menyelimuti. Sejumlah wahana permainan seperti jungkat-jungkit, ayunan, dan playground tinggal menyisakan potongan besi berkarat. Dari delapan wahana yang dulu tersedia, hanya tiga yang masih bisa digunakan.
“Dulu ramai, banyak permainan. Saya warga Yosorejo saja sering main ke sini, selain sejuk, banyak permainan anak. Tapi sekarang rusak semua,” keluh Aktiana, Minggu (7/6/2026).
Tak hanya wahana bermain, fasilitas penunjang seperti toilet juga tidak lagi berfungsi. Toilet kini dipenuhi sampah, bau pesing menyengat, bahkan ditemukan bekas botol minuman keras.
“Toilet isinya sampah, pesing, ada juga bekas minuman keras. Padahal di sini cukup lengkap, ada lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track. Sekarang semuanya kurang terawat,” tambah Aktiana.
Meski kondisinya memprihatinkan, Lapangan Mulyojati tetap menjadi pilihan utama warga untuk berolahraga dan bermain karena lokasinya yang strategis. Saat libur panjang, jumlah pengunjung bahkan meningkat. Ironisnya, pemandangan anak-anak bermain di tengah wahana rusak menjadi pemandangan biasa.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera melirik kembali aset publik yang dulunya menjadi kebanggaan warga Metro Barat.
Lapangan Mulyojati adalah bukti bahwa pembangunan infrastruktur tanpa keberlanjutan perawatan hanya akan menjadi cerita masa lalu. Anggaran perawatan berkala seharusnya menjadi prioritas, bukan hanya menganggarkan proyek baru lalu melupakan yang lama.
“Harapannya, taman ini dapat berfungsi lebih baik lagi. Diperbaiki, dirawat, supaya anak-anak kita bisa bermain dengan aman dan nyaman. Jangan sampai dibiarkan begitu saja,” tandas Aktiana.(*)[Abid]
