Sigerpos.com, Metro β Inspektur Pemerintah Kota Metro, Henri Dunan, akhirnya buka suara ihwal keikutsertaannya dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang sempat memantik sorotan publik.
Henri mengakui dirinya memang mendaftar dalam seleksi tersebut. Namun, ia menegaskan pendaftaran itu hanya sebatas administrasi secara daring dan tidak disertai ambisi serius untuk meninggalkan jabatannya di Kota Metro.
βSaya memang ikut mendaftar, tapi hanya sebatas mendaftar secara online dengan melampirkan berkas lama. Kelengkapan berkas disiapkan oleh mantan staf di Inspektorat Pesisir Barat. Berkas tersebut memang selalu digunakan saat mengikuti proses selter yang sudah sering saya ikuti,β ujar Henri, Jumat, 22/5/2026.
Menurut Henri, proses pengunggahan dokumen dilakukan mantan stafnya di Pesisir Barat, saat dirinya sedang cuti dan berada di luar Kota Metro.
βYang mendaftarkan dan meng-upload berkas itu mantan staf di Inspektorat Pesibar. Memang hal seperti itu kerap saya lakukan untuk menambah pengalaman dan wawasan. Kalau ada pendaftaran, biasanya saya ikut,β katanya.
Pernyataan Henri muncul setelah namanya menjadi perhatian lantaran baru sekitar delapan bulan menjabat sebagai Inspektur Kota Metro, tetapi sudah mengikuti seleksi jabatan di daerah lain.
Dalam pengumuman hasil penilaian rekam jejak administrasi, Henri bahkan meraih nilai tertinggi 93,75 di dua formasi sekaligus, yakni Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan.
Henri mengakui kegaduhan yang muncul akibat langkahnya tersebut. Ia juga menyampaikan permintaan maaf apabila keikutsertaannya dinilai mengabaikan tugas yang sedang diemban di Kota Metro.
βKalau dianggap salah karena mengabaikan tugas sebagai inspektur di Kota Metro, saya mohon maaf. Walaupun sebenarnya tidak ada niatan,β tegasnya.
Ia mengatakan, mengikuti seleksi jabatan di berbagai daerah bukan hal baru bagi dirinya. Menurut Henri, hal itu selama ini dilakukan untuk memperluas pengalaman birokrasi dan mengukur kapasitas diri.
βSaya kerap mengikuti berbagai selter. Adapun selter yang pernah saya ikuti antara lain Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Inspektur Kementerian Agama RI, Direktur Produk Hukum Kemendagri, Inspektur Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat,β ujarnya.
Henri juga mengungkapkan, dorongan mengikuti seleksi di Lampung Selatan datang dari sejumlah relasinya di daerah tersebut, termasuk kalangan jurnalis.
Ia pernah menjabat Kepala Bagian Humas di Lampung Selatan pada era Bupati Rycko Menoza SZP dan mengaku masih memiliki kedekatan dengan sejumlah wartawan di sana.
βSaya itu banyak kawan di Lampung Selatan karena lama bertugas di sana. Saya daftar karena didorong kawan-kawan, termasuk kawan-kawan jurnalis yang mendorong saya untuk mendaftar sebagai Kadiskominfo. Saya juga masih tercatat sebagai Pembina KJHLS,β kata Henri.
Meski sempat lolos tahapan administrasi dengan nilai tertinggi, Henri memastikan dirinya tidak melanjutkan proses seleksi hingga tahap berikutnya dan memilih mengundurkan diri. (*)[Abid]
