Sigerpos.com | Tanggamus – Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Sosial setempat mendatangi kediaman keluarga prasejahtera di Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, menyusul pemberitaan mengenai dua anak yatim yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan media massa sekaligus asesmen sosial terhadap kondisi keluarga Ibu Jumnah bersama dua anaknya, Rena dan Rendi.
Perwakilan Dinas Sosial Tanggamus, Herwan Rozali, mengatakan kunjungan dilakukan bersama Dinas Pendidikan dengan didampingi aparatur pekon setempat.
Dalam pertemuan itu, diketahui anak sulung ibu Jumnah, Rena, sebelumnya sempat menempuh pendidikan di pondok pesantren di Pulau Jawa hingga kelas III SMP, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
Sementara adiknya, Rendi, saat ini masih tercatat sebagai santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Gisting dengan fasilitas pendidikan gratis. Namun, menurut Herwan, Rendi mengaku tidak betah dan ingin melanjutkan pendidikan di sekolah umum.
βDinas Pendidikan Tanggamus berencana akan mencarikan sekolah untuk ananda Rendi dengan mempertimbangkan kemampuan ibunya,β kata Herwan, Rabu, 20/5/2026.
Sebelumnya, Kepala Pekon Tanjung Jati, Asiyah, menyampaikan bahwa pihak pekon telah lebih dulu mendatangi keluarga tersebut sebelum pemberitaan media muncul.
Menurut dia, aparatur pekon sempat meminta Rendi kembali melanjutkan pendidikan di pesantren dengan dukungan penuh dari pihak pekon, namun ajakan itu ditolak.
βKeluarga Ibu Jumnah mendapat bantuan pemerintah berupa bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan bantuan langsung tunai tahun 2022 sampai 2024 dari pekon,β jelas Asiyah.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan mengenai dua anak yatim di Pekon Tanjung Jati yang disebut putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan tidak tersentuh bantuan pemerintah. (*)
