Sigerpos.com, Metro – Sebuah video berdurasi 1 menit 42 detik yang beredar di media sosial memicu sorotan terhadap anggota DPRD Kota Metro. Video yang diunggah akun TikTok @cepumagang itu memuat dugaan praktik rangkap peran anggota dewan sebagai pelaksana proyek pemerintah daerah.
Dalam video tersebut, muncul narasi yang menyindir dugaan konflik kepentingan. Anggota dewan disebut terlibat dalam proyek yang mereka bahas sendiri di forum anggaran. Sejumlah nilai proyek juga ditampilkan, berkisar antara Rp70 juta hingga Rp500 juta per paket.
Video itu turut menyebut keterlibatan sejumlah anggota DPRD. Namun, hingga kini informasi dalam video tersebut belum dapat diverifikasi meski sudah mengundang beragam komentar warganet.
Menanggapi hal itu, Amrullah, anggota DPRD Kota Metro dari Fraksi Demokrat, memilih tidak banyak berkomentar. Ia meragukan kredibilitas sumber informasi yang berasal dari media sosial.
βSejauh ini tidak mengomentari akun medsos, sumber yang tidak jelas, menyimak statemen dinas hasil konfirmasi verifikasi dari OPD terkait,β ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 1/5/2026.
Hal senada juga disampaikan Chahyadi Lamnunyai, anggota Fraksi PDI Perjuangan. βKonfirmasi aja kebenarannya ke yang punya akun, bro,β balas anggota Komisi II itu.
Sementara itu, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro, Ardah, mengaku tidak mengetahui adanya keterlibatan anggota dewan dalam pengerjaan proyek selama dirinya menjabat.
βSaya justru baru tahu dari kalian. Tidak pernah ada komunikasi atau intervensi dari anggota dewan,β kata Ardah kepada wartawan.
Ia menegaskan, proses pengadaan proyek di lingkungan Pemkot Metro dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, dengan verifikasi administratif dan teknis terhadap perusahaan pelaksana.
βPerusahaan yang mengerjakan proyek adalah pihak ketiga yang sudah memenuhi syarat,β imbuhnya. (*)[Abid]
