Sigerpos.com, Jakarta β Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus korupsi, nasib politik Bupati Pati, Sudewo, kini berada di ujung tanduk. Sebagai kader Partai Gerindra, partainya bakal segera menentukan sikap melalui mekanisme internal.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa status Sudewo akan dibahas dalam rapat Mahkamah Kehormatan Partai (MKP). βKami sedang mengadakan rapat di MKP. Kita tunggu saja hasilnya,β kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dasco menegaskan bahwa Gerindra menghormati proses hukum yang sedang dijalani Sudewo. Namun, ia menyayangkan tindakan bupati tersebut yang dinilai bertentangan dengan pesan Ketua Umum, Prabowo Subianto.
βKetua Umum sudah berkali-kali menegaskan kepada kader yang memimpin, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk berhati-hati dan mawas diri. Apa yang terjadi sangat kami sesalkan. Kami akan ikuti proses hukum yang berlaku,β tegas Dasco.
Dua Kasus Besar yang Menjerat
KPK secara resmi telah menetapkan Sudewo sebagai tersangka dalam dua kasus yang terpisah:
Dugaan Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa. Sudewo diduga membentuk “Tim 8” yang memeras calon perangkat desa (Caperdes) dengan tarif Rp 165β225 juta per orang. Uang tersebut disebut sebagai “mark-up” dari tarif awal Rp 125β150 juta yang telah ditetapkan. Para Caperdes yang menolak disebut diancam tidak akan mendapat formasi di tahun berikutnya.
Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api, Sudewo juga tersangkut kasus suap yang melibatkan proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. KPK telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan, meski detail modus dan nominalnya belum sepenuhnya diungkap.
Pernyataan resmi dari Plt. Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi bahwa penetapan tersangka untuk kedua kasus ini dilakukan secara bersamaan.
Kini, selain menghadapi proses hukum pidana, Sudewo juga menunggu keputusan partai yang bisa berujung pada pemberhentian atau pembekuan keanggotaan. Keputusan Gerindra ini akan menjadi sinyal penting tentang seberapa serius partai berusaha menjaga citra dan kedisiplinan kadernya di tengah pusaran kasus korupsi yang kembali menyentuh elit politik. (*)
