Lampung β Seorang warga Lampung yang hanya berinisial AK harus menelan pil pahit penipuan berkedok jasa pembuatan barcode BBM bersubsidi. Modus yang terlihat canggih ini berhasil meraup uang ratusan ribu rupiah dari korbannya dengan iming-iming kemudahan.
Korban mengaku pertama kali melihat iklan jasa tersebut pada 12 Agustus 2025. Pelaku yang mengoperasikan nomor WhatsApp +62 822-5767-1551βdengan foto profil mobil Pajero bernopol AG 8x0x GFβmenawarkan jasa pembuatan barcode dengan tarif Rp 100.000.
“Awalnya lancar saja, barcode bisa digunakan sesuai data kendaraan saya,” ujar AK, menceritakan pengalamannya.
Namun, kelancaran itu hanya bertahan sementara. Empat bulan setelah pembuatan, barcode tersebut tiba-tiba tidak dapat digunakan karena diblokir. Khawatir, AK pun menghubungi nomor yang sama untuk mengadukan masalahnya.
Diminta Biaya “Buka Blokir”, Malah Dikirim Barcode Palsu. Bukannya mendapat solusi, AK justru dijebak lebih dalam. Pelaku menawarkan jasa “pembukaan blokir” dengan meminta tambahan biaya sebesar Rp 50.000. Dengan harapan barcodenya dapat kembali aktif, AK pun mentransfer uang tersebut.
“Setelah uang dikirim, barcode yang dikirim ulang ternyata palsu. Saat saya hendak isi BBM dan discan, data kendaraan yang muncul berbeda sama sekali dengan kendaraan saya,” keluhnya.
Merasa dipermainkan, AK pun memprotes dan meminta pengembalian uangnya. Sayangnya, upayanya sia-sia. Nomor telepon pelaku tak lagi merespons pesan atau panggilan, meninggalkan AK dengan kerugian total Rp 150.000 dan barcode yang tak bisa dipakai.
Kasus yang menimpa AK ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap penawaran jasa pembuatan barcode BBM bersubsidi secara online, terutama yang tidak melalui saluran resmi. Disarankan untuk selalu mengikuti prosedur dan salurang resmi yang ditetapkan oleh Pertamina untuk menghindari menjadi korban penipuan serupa.(*)
