Sigerpos.com, Pati β Aksi unjuk rasa puluhan ribu warga Pati berakhir ricuh setelah massa bentrok dengan aparat. Bupati Sudewo bersikukuh tak akan mengundurkan diri meski mendapat tekanan massa.
Di tengah kerumunan demonstran yang memadati alun-alun, Bupati Pati Sudewo menolak tuntutan pengunduran diri dengan alasan konstitusional, “Saya dipilih rakyat secara demokratis. Semua ada mekanismenya,”* tegas Sudewo kepada wartawan, dikutip dari Kompas TV.
Saat ditanya apakah penolakannya bersifat mutlak, ia hanya menjawab singkat: “Sudah saya sampaikan tadi.”singkatnya.
Aksi damai berubah ricuh setelah massa kecewa Sudewo tak kunjung menemui mereka hingga pukul 11.00 WIB. Demonstran, Melempar botol & gelas plastik. Merusak baliho dan kaca kantor bupati. Membakar mobil provos Polres Grobogan.
Aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan water cannon, memicu kepanikan. Massa berlarian, sebagian berlindung di Masjid Agung Baitunnur.
Menurut dr. Rini Susilowati, Direktur RSUD RAA Soewondo, seluruh korban ricuh sedang dirawat. Salah satu korban, Kartini (56), mengeluh, “Mata saya perih, napas sesak. Tolong, Pak Polisi, jangan pakai gas air mataβbanyak anak dan perempuan di sini!”keluhnya. Rabu 13/8/2025.
Ario Adisaputra (24), salah satu pendemo, geram, “Sudewo harus lengser! Dia tidak mengayomi rakyat. Kami tak mau dipimpin orang ‘pekok’!” Penuh emosi.
Pada pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya muncul dengan dikawal mobil Rantis polisi. Ia hanya sempat meminta maaf singkat sebelum kembali masuk karena situasi makin panas. Saat keluar, ia dilempari air mineral dan sandal oleh massa.
Aksi ini dipicu kebijakan kontroversial Sudewo menaikkan pajak daerah hingga 250 persen, yang dinilai membebani masyarakat kecil. Massa mendesak penggantian kepemimpinan atau pencabutan kebijakan tersebut.(*)
