Sigerpos – Sebagian besar masyarakat Lampung dikenal memiliki kulit yang putih. Menurut catatan sejarah, hal ini terkait dengan asal-usul suku Lampung, sebagai bagian dari bangsa Austronesia yang diperkirakan bermigrasi dari Kepulauan Formosa, Tiongkok.
Bukti Historis Hubungan Lampung-Tiongkok, Pada abad ke-7, catatan sejarah Tiongkok menyebutkan adanya wilayah di selatan (Namphang) yang disebut ‘To-Lang Po-Hwang’, merujuk pada Kerajaan Tulang Bawang di Lampung. Nama ini tercatat dalam laporan musafir atau Biksu Budha Tiongkok, I Tsing, yang mengunjungi Sumatra pada masa itu.
Istilah ‘To-lang’ sendiri dalam bahasa Toraja berarti “orang”, sedangkan ‘Po-hwang’ adalah eja’an Tiongkok untuk “Lampung”. To-lang po-hwang adalah sebutan dalam catatan sejarah Tiongkok untuk Kerajaan Tulang Bawang, dan merupakan salah satu kerajaan tertua di Lampung.
Catatan ini juga menunjukkan bahwa utusan dari Lampung pernah datang ke Tiongkok. Interaksi ini diduga menjadi salah satu faktor fisik masyarakat Lampung, yakni percampuran genetik antara pendatang dari Tiongkok dan penduduk lokal.
Sementara itu, Kerajaan Tulang Bawang Salah satu yang Tertua di Nusantara, Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan berlokasi di sepanjang aliran Sungai Tulang Bawang. Pusat pemerintahannya diduga berada di Hulu Way Tulang Bawang, antara Menggala dan Pagar Dewa (sekitar 20 km dari Kota Menggala), atau Kawasan Pedada dekat Muara Way Tulang Bawang.
Kerajaan ini tercatat sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia, sezaman dengan Kerajaan Sriwijaya, Kutai, dan Tarumanegara. Bukti arkeologis, seperti makam tokoh penting dan catatan kuno, memperkuat keberadaannya di selatan Sumatra.
Kini, nama Tulang Bawang diabadikan sebagai salah satu kabupaten di Lampung, mewariskan jejak sejarah yang panjang tentang peradaban awal di Nusantara.
