Sigerpos.com | Kota Metro – Pemerintah Kota Metro memperkuat pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pendampingan legalitas usaha, sertifikasi produk, dan perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menembus pasar nasional.
Komitmen itu disampaikan dalam Gebyar Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Metro yang digelar di Gedung Sesat Agung, Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Metro Ardah mengatakan sektor industri menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah karena mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai ekonomi.
“Industri merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kota Metro. Melalui inovasi dan kreativitas, bahan baku dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Hingga 2025, kata Ardah, Kota Metro memiliki 2.215 unit industri, dengan 204 di antaranya telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha untuk mengembangkan industri yang tertib administrasi dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Metro, lanjut Ardah, juga memperluas pendampingan bagi pelaku IKM, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, BPOM, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga perlindungan hak kekayaan intelektual. Produk IKM juga didorong masuk ke e-katalog pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kami ingin memastikan produk-produk IKM Kota Metro semakin kompetitif, memiliki legalitas yang lengkap, serta mampu menembus pasar regional maupun nasional,” katanya.
Berdasarkan data BPS Metro Dalam Angka 2026, sektor industri pengolahan menyumbang 16,8 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro, menjadikannya salah satu sektor utama penggerak ekonomi daerah.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan IKM dan UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan lapangan kerja.
“Perkembangan usaha ekonomi produktif di Kota Metro menunjukkan tren yang sangat positif. Ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif. IKM dan UMKM tidak hanya menggerakkan roda perekonomian, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bambang.

Menurut dia, pemerintah daerah mengoptimalkan Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk memperluas pemanfaatan produk lokal, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Melalui program BBI dan P3DN, produk-produk unggulan Metro memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami ingin produk lokal tidak hanya berjaya di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal di tingkat regional hingga nasional,” katanya.
Bambang berharap Gebyar IKM menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan sehingga penggunaan produk lokal terus meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semakin luas penggunaan produk lokal, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di Kota Metro. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan, pertumbuhan usaha, dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah akan terus hadir mendukung pelaku IKM dan UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya. (*) [Advertorial]
