Sigerpos.com | Tanggamus – Dua pemuda di Pekon Menggala, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, bertahan hidup di rumah sederhana yang kondisinya jauh dari layak. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya berharap mendapat peluang pekerjaan untuk menyambung hidup sehari-hari.
Mereka adalah Suryadi Pratama (21) dan adiknya, Perdiansyah (19). Dua bersaudara itu kini hidup sendiri setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia karena sakit sekitar dua tahun lalu.
Meski tumbuh dalam keluarga prasejahtera, keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengah kejuruan di wilayah setempat. Namun, setelah lulus mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap.
βKalau abang dan kakak perempuan kami sudah menikah dan tinggal ikut keluarga masing-masing. Kondisi ekonomi mereka juga sederhana,β ujar Suryadi kepada Sigerpos.com, Sabtu, 23/5/2026.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keduanya mengandalkan bantuan keluarga dan sesekali bekerja serabutan membantu tetangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka kesulitan memperbaiki kondisi rumah maupun memenuhi kebutuhan hidup.
βKami berharap ada peluang kerja, apa saja. Walaupun hanya jadi pekerja bangunan,β kata Suryadi.
Kepala Pekon Menggala, Madyani, membenarkan kondisi dua bersaudara tersebut. Menurut dia, pemerintah pekon selama ini telah berupaya membantu, termasuk mengusulkan bantuan sosial dan program bedah rumah.
βSebelumnya keluarga mereka sempat mendapat bantuan PKH, BPNT, dan BLT. Tapi setelah orang tuanya meninggal, bantuannya otomatis terputus,β ujar Madyani.
Saat ini, kata dia, keduanya hanya menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Pemerintah pekon juga sedang mengupayakan agar mereka kembali masuk dalam data penerima bantuan sosial.
Namun proses administrasi masih terkendala karena keduanya belum memperbarui dokumen kependudukan setelah orang tua mereka meninggal dunia.
βKami berharap mereka segera mengurus surat kematian dan perubahan kartu keluarga supaya pengajuan bantuan bisa diproses kembali,β katanya.
Selain bantuan sosial, pemerintah pekon juga telah mengusulkan program bedah rumah agar keduanya dapat tinggal di tempat yang lebih layak. Namun, bagi Suryadi dan Perdiansyah, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pekerjaan tetap agar bisa mandiri dan bertahan hidup. (*)
