Sigerpos.com | Kota Metro – Undangan itu akhirnya dipenuhi. Setelah sebelumnya didesak hadir, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso datang langsung ke ruang rapat DPRD Kota Metro, Rabu, 1/4/2026. Ia membawa serta Penjabat Sekretaris Daerah Kusbani dan jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Namun, sesaat setelah rapat evaluasi pembangunan 2026 itu dibuka, suasana berubah. Sekitar pukul 11.15 WIB, Ketua DPRD Metro, menyatakan rapat digelar tertutup.
Puluhan wartawan yang sejak awal bersiap meliput diminta keluar ruangan.
Keputusan itu segera memantik protes. Arif Surakhman, wartawan Saburai TV, mempertanyakan alasan penutupan rapat yang melibatkan dua lembaga publik tersebut.
βPers adalah pilar keempat demokrasi. Kami hadir untuk fungsi kontrol,β ujarnya.
Keberatan serupa disampaikan Fredy Kurniawan dari metrodeadline.com. Ia menyinggung praktik di level nasional, di mana rapat-rapat DPR RI justru terbuka dan dapat diakses publik, bahkan live di berbagai platform media sosial.
Wakil rakyat yang hadir di ruang rapat itu bergeming. Wakil Ketua DPRD Metro Abdulhak tetap meminta para wartawan keluar ruangan seraya berjanji akan memberikan keterangan setelah rapat selesai. βMohon rekan-rekan agar rapat kami berlangsung βmesraβ,β katanya.
Sebelum rapat siang itu dimulai, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Deddy Hasmara, sempat menyebut rapat akan berlangsung terbuka. Bahkan, menurut dia, wali kota siap menyampaikan informasi secara transparan. βWali kota kecewa rapat berlangsung tertutup, tapi itu permintaan dari DPRD,β kata Deddy dalam keterangannya kepada wartawan.
Penutupan rapat ini juga memunculkan kekhawatiran soal persepsi publik. Arif Surakhman menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
βRapat tertutup seperti ini bisa menimbulkan tanda tanya publik,β ujarnya.
Padahal, sebelumnya DPRD Metro terbilang gigih mendorong kehadiran wali kota dalam forum tersebut. Bahkan, mereka sempat menolak kehadiran penjabat sekda yang datang mewakili.
Ironinya, ketika wali kota akhirnya hadir dan forum siap digelar, pintu ruang rapat DPRD Metro justru ditutup dari para wartawan yang bersiap melaporkan untuk publik. Apa sebetulnya motif wakil rakyat di Bumi Sai Wawai itu? (*)
