Metro β Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan resmi mengimplementasikan Aksi Perubahan bertajuk KOMPAK (Kolaborasi Organisasi Masyarakat Antisipasi Kebakaran) sebagai upaya strategis memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran berbasis partisipasi masyarakat.
Program KOMPAK digagas oleh Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kota Metro, Marwan Hakim, S.IP., MM, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) .
Marwan Hakim, menjelaskan bahwa latar belakang lahirnya program KOMPAK didorong oleh masih tingginya angka kejadian kebakaran di Kota Metro. Berdasarkan data Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, rata-rata terjadi sekitar 45β50 kasus kebakaran setiap tahun, yang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian manusia.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan kebakaran.
βMelalui KOMPAK, kami ingin mengubah pola penanganan kebakaran yang selama ini cenderung top-down menjadi kolaboratif. Masyarakat tidak lagi hanya sebagai objek, tetapi sebagai mitra aktif pemerintah dalam upaya antisipasi kebakaran,β ujar Marwan, Kamis, 18/12/2025.
Program KOMPAK melibatkan berbagai organisasi masyarakat seperti RT/RW, Linmas, Karang Taruna, serta komunitas relawan lokal. Bentuk kegiatannya meliputi penyusunan Buku Saku KOMPAK, pelatihan dan pembentukan Relawan KOMPAK, serta penguatan jejaring komunikasi dan pelaporan cepat antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran.
Hakim menuturkan, untuk sementara ini, program Kompak baru diterapkann di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur dan dengan komitmen bersama selanjutnya akan dilaksanakan di semua kecamatan se-Kota Metro.
βUntuk saat ini pilot project penerapan program ini di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur. Tetapi kedepan nanti akan kita terapkan ke semua kecamatan yang ada di Kota Metro,β tuturnya.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam pencegahan serta penanganan awal kebakaran, program ini juga bertujuan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, khususnya terkait waktu tanggap (response time) sebagaimana diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Kebakaran.
Pemerintah Kota Metro menyambut baik implementasi KOMPAK karena dinilai sejalan dengan misi RPJMD Kota Metro 2025β2029, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan angka kejadian kebakaran dapat ditekan sekaligus meningkatkan rasa aman dan ketahanan lingkungan.
Ke depan, program KOMPAK direncanakan tidak hanya berhenti pada tahap pilot project, tetapi akan diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Metro dan dilembagakan sebagai bagian dari sistem pelayanan kebakaran daerah.
Bahkan, program ini diarahkan menjadi model percontohan gerakan masyarakat tanggap kebakaran di Provinsi Lampung.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, KOMPAK diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Metro yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi risiko kebakaran.
