Sigerpos.com, Tanggamus β Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80, masih banyak warga yang belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Salah satunya terjadi di Pekon Tampang Muda, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Puluhan pelajar di SMPN 2 Pematangsawa dan SMAN 1 Pematangsawa harus mempertaruhkan nyawa setiap hari dengan menyeberangi jembatan gantung rusak yang nyaris putus hanya untuk menuntut ilmu.
Jembatan yang dibangun pada 2011 di Jalan Pramuka ini merupakan akses vital warga. Namun, kerusakan parah membuatnya tidak dapat dilintasi dengan aman. Warga terpaksa memutar jarak jauh atau menyeberangi sungai secara langsungβdengan risiko terseret arus, terpeleset, atau basah kuyup saat hujan.
Sutarno (45), warga setempat, mengungkapkan keprihatinannya, βSudah lama rusak. Setiap hari kami harus memutar jauh atau menyeberangi sungai. Jembatan ini nyawa kami. Petani kesulitan membawa hasil panen, anak-anak berisiko celaka saat berangkat sekolah.β Kata Sutarno Selasa 26/8/2025.
Pemandangan menyedihkan sering terlihat saat pelajar berjuang melewati jembatan yang hanya menyisakan besi berkarat. Mereka terpaksa bergelantungan di atas sungai dengan derasnya arus di bawahnya.
βSedih lihat murid-murid harus begini. Mereka bisa luka atau jatuh kalo tidak hati-hati,β tambah Sutarno.
Warga berharap Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, segera turun tangan membenahi jembatan tersebut sebelum ada korban jiwa.
βTolong, jangan tunggu ada yang jadi korban dulu. Kami berharap suara kami didengar,β pintanya.
Hingga kini, belum ada respons konkret dari pemerintah setempat. Warga dan pelajar tetap harus menghadapi risiko setiap hari demi masa depan dan penghidupan.(*)[Abid]
