Sigerpos.com, Metro β Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, secara tegas menyatakan sikap partainya menolak wacana perubahan sistem Pilkada menjadi tidak langsung. Pernyataan ini disampaikan saat memimpin langsung konsolidasi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP Kota Metro di Rumah Kayu, Yosomulyo, Minggu (8/2/2026).
Di hadapan ratusan kader, Winarti menegaskan komitmen PDIP untuk mempertahankan prinsip kedaulatan rakyat dalam pemilihan kepala daerah.
βKami menyampaikan secara terbuka, bahwa PDI Perjuangan tetap menginginkan Pilkada dipilih langsung oleh rakyat. Karena kedaulatan adalah milik rakyat. PDIP berharap semua tingkatan Pilkada dipilih rakyat langsung,β tegas Winarti dengan nada lugas.
Pernyataan ini dinilai sebagai sikap politik strategis sekaligus penguatan narasi partai di tengah wacana yang berkembang di tingkat nasional, mengenai kemungkinan perubahan sistem pemilihan kepala daerah. Dengan menyatakan posisi jelas di tingkat akar rumput, PDIP Lampung ingin menunjukkan keselarasan antara elite dan basisnya dalam menjaga demokrasi langsung.
Konsolidasi ini juga menjadi momen untuk menguatkan pesan bahwa Pilkada langsung adalah harga mati bagi partai yang mengusung ideologi kerakyatan. Winarti menekankan bahwa mekanisme langsung adalah sarana paling legitimate untuk mencerminkan aspirasi dan kehendak publik.
βIni bukan sekadar persoalan prosedur, tetapi prinsip dasar demokrasi kita. Rakyat harus tetap menjadi penentu utama kepemimpinan di daerahnya sendiri,β imbuhnya.
Pernyataan tegas dari pimpinan provinsi ini sekaligus menjadi pedoman bagi kader PDIP Kota Metro untuk menyiapkan strategi dan komunikasi politik menyongsong Pilkada 2030. Dengan semangat βdari rakyat, oleh rakyat,β PDIP memposisikan diri sebagai partai yang konsisten mendorong partisipasi publik dan menolak segala bentuk pelemahan hak pilih masyarakat.
Ke depan, posisi ini akan menjadi landasan kampanye dan basis argumentasi PDIP dalam setiap diskusi politik, baik di tingkat lokal maupun nasional, terkait masa depan demokrasi elektoral di Indonesia.(*)[Abid]
