Sigerpos.com, Metro – Tim Pemantauan dan Evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum melakukan monitoring pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan Tahun Anggaran 2026 di Kota Metro, Senin (21/9/2026).
Monitoring yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Metro ini difokuskan pada dua ruas jalan, yaitu Jalan Adipati Raya di Metro Timur dan Jalan Piagam Jakarta di Metro Barat.
Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Kementerian PUPR, Desi Meriana, menyampaikan hasil pemantauan menunjukkan progres fisik pekerjaan berjalan sesuai harapan.
“Dari segi progres fisik sesuai dengan yang diharapkan. Realisasi pelaksanaan cukup baik, ada deviasi positif,” ujar Desi Meriana.
Menurutnya, monitoring juga melibatkan pihak konsultan. Koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dinilai berjalan baik, sehingga pekerjaan tepat manfaat dan sasaran.

“Kami melihat ada koordinasi yang baik sehingga tepat manfaat dan sasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Metro, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa pelaksanaan kedua proyek merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur jalan melalui dukungan DAK Tahun Anggaran 2026. Ia memastikan semuanya berjalan sesuai ketentuan pusat.
“Kegiatan ini untuk melihat progres, apakah ada kesesuaian dari rencana kerja dan data dasar dibandingkan yang ada di lapangan. Kalau ada perubahan harus dilaporkan karena seluruhnya kewenangan pusat. Pekerjaan kedua ruas jalan ini bersumber dari DAK aspirasi 2026 yang diusulkan sejak 2025,” jelas Sri Mulyani.
Adapun rincian proyek DAK jalan 2026 yakni Jalan Adipati Raya (Metro Timur) Panjang penanganan: 2,462 kilometer. Nilai proyek Rp10,2 miliar. Realisasi fisik: 280 meter
Sedangkan Jalan Piagam Jakarta (Metro Barat) Panjang penanganan 1,173 kilometer. Nilai proyek Rp5,3 miliar. Realisasi fisik 270 meter
Monitoring Kementerian PUPR ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan DAK Jalan 2026, termasuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, ketentuan teknis, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Metro. (*)
