Sigerpos.com, Bandar Lampung β Ratusan mata menyimak dengan seksama, jari-jari sibuk mencatat, sesekali tangan terangkat mengajukan pertanyaan. Suasana ruang rapat Kantor KPU Kota Bandar Lampung berubah menjadi ruang kelas interaktif pada Rabu (1/7/2026). Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung tengah melaksanakan kunjungan edukatif untuk memperdalam pemahaman tentang kepemiluan dan partisipasi pemilih.
Bukan sekadar kunjungan formal, ini adalah upaya mahasiswa untuk menyentuh langsung denyut demokrasi dari balik meja penyelenggara pemilu.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Arie Oktara, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa. Baginya, generasi muda adalah tiang utama masa depan demokrasi. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang ingin belajar langsung, bukan hanya dari buku teks.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang positif untuk berdiskusi secara terbuka mengenai kepemiluan, demokrasi, dan peran penting generasi muda. Semoga apa yang didiskusikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga kualitas demokrasi melalui partisipasi yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Arie di hadapan puluhan mahasiswa.
Pesan penting disampaikan Arie kepada mahasiswa yang hadir. Ia mengingatkan bahwa menjadi pemilih tidak cukup hanya dengan datang ke TPS. Mahasiswa harus menjadi pemilih yang sadar akan hak politiknya, menggunakan hak pilih berdasarkan informasi benar dan pertimbangan rasional.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan masukan, kritik yang membangun, serta mengawal kebijakan pemerintah demi kepentingan masyarakat. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses demokrasi, tetapi juga penggerak lahirnya demokrasi yang lebih berkualitas,” tambahnya.
Ketua Bidang Advokasi HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung, Rafa, menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar studi lapangan biasa. Ini adalah bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kelas untuk melihat realitas demokrasi secara langsung.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan sekaligus menunjukkan kesiapan kami untuk menjadi mitra pemerintah dalam mengawal proses demokrasi,” ungkap Rafa dengan penuh semangat.
Rafa menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama di tengah maraknya informasi hoaks dan politik identitas yang dapat memecah belah.
Melalui kunjungan ini, HMPS Ilmu Pemerintahan UM Lampung berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya partisipasi pemilih dan mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan cair. Mahasiswa bergantian mengajukan pertanyaan tentang berbagai aspek kepemiluan, mulai dari proses rekapitulasi suara, penanganan pelanggaran, hingga strategi meningkatkan partisipasi pemilih muda di Kota Bandar Lampung.
Kunjungan edukatif ini menjadi bukti bahwa kampus dan penyelenggara pemilu dapat bersinergi untuk menciptakan generasi yang melek politik, kritis, dan berintegritas. Sebab, demokrasi yang kuat dimulai dari pemilih yang cerdas. (*)
