Sigerpos.com, Metro β Langit Kota Metro mendung kelabu. Namun bukan awan yang membuat suasana pekat, melainkan duka yang merayap dari rumah duka di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat. Ratusan tetangga dan kerabat berjejak di tepi jalan, bahkan memadati gang sempit, menahan sesak saat ambulans membawa pulang jenazah Bunga Rosana (22), putri terbaik yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an.
Bunga adalah salah satu dari dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang terseret arus bah di kawasan Pulau Pasaran, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Jenazahnya ditemukan tim gabungan pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, setelah sehari penuh hilang diterjang air sungai yang tiba-tiba meluap dari hulu.
Sejak kecil, Bunga dikenal sebagai sosok yang penurut, lembut, dan tekun mengaji. Ia adalah seorang hafizah Al-Qur’an yang tengah menempuh pendidikan di Unila dengan segudang impian mulia. βDia anak yang shalehah, baik, tidak pernah menyusahkan orang tua. Setiap malam dia selalu mengaji dan menghafal,β ucap Lisa (40), seorang tetangga yang tak kuasa menahan tangis.
Bunga bukan sekadar penghafal Al-Qur’an. Ia juga pernah menjadi wakil MIPA dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat universitas. Prestasi itu membuktikan bahwa kecerdasan akademik dan kecintaan pada kitab suci dapat berjalan beriringan.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang hadir langsung di rumah duka, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menyebut almarhumah sebagai aset berharga yang patut diteladani.
“Almarhumah ini aset terbaik yang kita miliki. Seorang hafizah. Saya pribadi berharap prestasi dan kecintaan beliau terhadap Al-Qur’an menjadi teladan dan panutan bagi remaja lainnya di Kota Metro. Dia mahasiswi yang cerdas dan bersahaja. Ia juga pernah menjadi wakil MIPA untuk MTQ di tingkat universitas,” ujar Bambang dengan nada haru.
Ia juga berharap kepergian Bunga tidak menyisakan duka semata, tetapi memunculkan generasi baru hafizah dan hafiz yang meneruskan kecintaannya pada Al-Qur’an.
Peristiwa nahas bermula pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Empat mahasiswi Unila sedang bermain air di bebatuan sungai di kawasan Pulau Pasaran, Bandar Lampung. Debit air saat itu tampak normal. Namun tiba-tiba, arus deras dari hulu menyapu dua di antara mereka.
Dua mahasiswi lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan menepi. Sementara Bunga dan rekannya, Fatma asal Kabupaten Tulangbawang Barat, terseret dan hilang.
Setelah pencarian intensif oleh tim gabungan, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi. Jenazah mereka sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Pramuka, Bandar Lampung, sebelum akhirnya masing-masing dipulangkan ke kampung halaman.
Pukul 16.30 WIB, ambulans berhenti di depan rumah duka. Pintu terbuka, dan tangis pecah. Keluarga, sahabat, serta tetangga yang memadati jalan tak kuasa menahan haru.
“Ini bukan hanya kehilangan anak, tapi kehilangan cahaya lingkungan kami. Rumah ini dulu sering terdengar lantunan ayat suci dari Bunga. Sekarang sunyi,” kata Yanti (22), teman korban, dengan mata sembab.
Sang ibu hanya bisa terisak sambil memegang kerudung putih yang biasa dipakai Bunga saat pergi mengaji. Ayahnya duduk terdiam, sesekali mengusap wajah dengan punggung tangan. Tak ada yang mampu menggambarkan kehilangan sebesar ini.
Proses pemakaman Bunga Rosana yang merupakan Hafizah ini, diiringi ratusan warga, mulai dari kerabat, tetangga, teman, hingga pejabat pemerintahan Kota Metro.(*)[Abid]
