Sigerpos.com, METRO β Setelah dua kali absen dalam pangilan rapat DPRD, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, akhirnya memenuhi panggilan DPRD dalam rapat hearing bersama pimpinan dewan dan seluruh ketua fraksi, Rabu (1/4/2026).
Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Metro ini merupakan respons atas surat pemanggilan ulang bernomor 400.10.6/217/DPRD/2026 yang bersifat instruktif. Artinya, Wali Kota wajib hadir secara pribadi dan tidak dapat diwakilkan.
Rapat yang digelar di gedung DPRD ini menyoroti dua isu utama. Pertama, dugaan kurang transparan dalam penggunaan pinjaman daerah sebesar Rp20 miliar dari Bank Lampung. Kedua, evaluasi kinerja Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso.
Pinjaman yang diajukan atas nama debitur Pemerintah Kota Metro tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai instrumen pengelolaan kas daerah. Namun, DPRD menilai pemanfaatannya tidak sepenuhnya sesuai prosedur dan tidak dipertanggungjawabkan melalui mekanisme APBD yang sah.
Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 11.20 WIB itu sempat menimbulkan kekecewaan di kalangan awak media. Pasalnya, sebelum rapat dimulai, Wali Kota sempat mengonfirmasi bahwa rapat dapat diliput oleh wartawan.
“Iya, ini saya mau berangkat ke DPRD. Kawan-kawan media boleh meliput,” ujar Bambang usai menghadiri kegiatan halalbihalal di Aula Dinas Pendidikan.
Namun, saat rapat akan berlangsung, pimpinan DPRD justru menginstruksikan agar hearing digelar secara tertutup. Instruksi ini langsung memicu pertanyaan publik mengenai ketegangan yang mungkin terjadi antara eksekutif dan legislatif, ataukah ada agenda lain antara DPRD dan Walikota Metro.
Keputusan rapat tertutup memperkuat dugaan bahwa pembahasan dalam hearing tersebut bersifat sensitif. Terlebih, sebelumnya DPRD telah memanggil Wali Kota dua kali namun tidak dihadiri. Surat pemanggilan ketiga bahkan dibuat secara instruktif, sebuah langkah yang tidak biasa dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak mengenai hasil rapat hearing tersebut. Namun, publik kini menanti langkah selanjutnya, apakah DPRD akan mengambil tindakan tegas atau justru meredam ketegangan yang mulai mencuat ke permukaan.(*)
