Kota Metro β Niat baik seorang pedagang untuk melerai pertengkaran justru berakhir dengan luka menganga di pelipis dan bibir memar. Miftah (27), warga Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria pengunjung Pasar Pagi Kopindo, Metro Pusat, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa bermula dari cekcok antara pelaku (yang belum diketahui identitasnya) dengan Ishak, kakak korban. Persoalan sepele: parkir kendaraan yang dianggap menutup akses masuk pasar.
Miftah yang melihat keributan langsung berusaha melerai. Namun, bukannya reda, kemarahan pelaku justru beralih kepadanya.
βKorban sempat saya suruh pulang karena situasi sudah panas. Tapi tidak lama kemudian, pelaku meminta korban kembali datang untuk minta maaf. Katanya, karena korban dianggap ikut campur,β ujar Ishak, kakak korban, menceritakan rangkaian kejadian.

Setiba di lokasi, Miftah sempat menyampaikan maaf. Namun, suasana kembali memanas. Menurut keterangan korban, pelaku dan ibunya justru mendorong serta menekan Miftah.
Sejumlah pedagang dan satpam pasar yang melihat situasi semakin genting berusaha melerai. Namun, pelaku disebut berontak dan terus memburu korban. βSatpam sempat mencegah, tapi dia berontak dan tetap mengejar Miftah,β kata Adi, seorang saksi yang juga pedagang di lokasi.
Dalam kejaran itu, pelaku berhasil menjatuhkan Miftah dan memukulinya berkali-kali. βSaat saya jatuh karena menghindar, dia memukuli wajah saya sekitar lima kali,β ujar Miftah dengan suara lirih.
Tak hanya pelaku, ibu pelaku juga diduga ikut melakukan tindakan fisik. βIbu pelaku merenggut kerah baju dan mendorong saya saat mencoba melindungi adik,β tambah Isah.
Miftah yang mengalami luka sobek di pelipis dan luka memar di mulut, segera dilarikan ke RSU A. Yani untuk menghentikan pendarahan dan menjalani visum.
Sejumlah pedagang di Pasar Pagi Kopindo mengaku tak asing dengan perilaku pelaku. Ia kerap disebut memarkir kendaraan sembarangan hingga menutup akses pembeli dan lapak dagangan.
βDia pernah parkir sampai nutup dagangan saya. Waktu saya tegur, dia malah marah-marah dan menantang,β ujar Udin, pedagang bawang.
Hal senada diungkapkan Adi. βBanyak pedagang resah. Setiap ditegur soal parkir sembarangan, dia membentak bahkan menantang duel,β katanya.
Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polres Metro dengan nomor LP/B/96/III/2026/SPKT/Polres Metro/Polda Lampung. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan.
Informasi yang beredar di lapangan menyebut pelaku diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu anggota DPRD Kota Metro. Namun, keterangan ini belum dapat dikonfirmasi secara resmi.
Sejumlah pihak berharap proses hukum berjalan objektif, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. βKami hanya ingin keadilan. Jangan sampai pelaku bebas karena βsiapaβ keluarganya,β pungkas Adi mewakili para pedagang.(*)
